Disdik Melawi Mulai Terapkan Larangan Pelajar Gunakan Sepeda Motor

Melawi, thetanjungpuratimes.com – Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polres Melawi bersama Dinas Pendidikan Melawi akan menerapkan larangan pelajar membawa kendaraan sendiri, terkecuali pelajar yang sudah cukup umur dan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Berkaitan hal tersebut, Kasat Lantas Polres Melawi, AKP Aang Permana mengatakan, upaya untuk menerapkan larangan pelajar membawa kendaraan sendiri, karena melihat jumlah kasus kecelakaan di Melawi yang rata-rata terjadi pada anak dibawah umur atau masih pelajar dan belum memiliki SIM.
“Upaya itu sendiri sudah mulai dilaksanakan dengan melakukan sosialisasi ke pihak sekolah, yang dilaksanakan dengan pihak Disdik Melawi. Kita meminta untuk mengupayakan jika rumah dekat, para orangtua bisa memberikannya menggunakan sepeda, dan jika jauh para orang tua bisa mengantarkan anaknya,” kata dia, Rabu (12/10).
Terpisah, Kepala Disdik Melawi, Joko Wahyono mengatakan, pihaknya memang sudah melakukan sosialisasi bersama Sat Lantas Polres Melawi yang mengundang seluruh kepala sekolah dan guru, serta ketua Komite. Menurutnya upaya pelaaran tersebut memang harus dilakukan, karena berkaitan dengan tingkat kecelakaan yang terjadi pada pelajar cukup tinggi. Terlebih aturan memang tidak memperbolehkan anak dibawah umur menggunakan kendaraan.
“Untuk itu, langkah ini memang akan sedikit memberatkan para orang tua. Ia harus mengantarkan anaknya ke sekolah dan menjemputnya saat pulang sekolah. Solusi lainnya, pemerintah juga harus menyediakan fasilitas untuk transportasi ke sekolah, seperti bus sekolah,” ungkapnya.
Berkaitan dengan fasilitas bus sekolah, Joko mengatakan, pihaknya juga sudah berbincang dan berkomunikasi dengan pihak Dinas Perhubungan. Yang mana, pihak perhubungan mengatakan, memang ketersediaan bus saat ini sudah ada 2 unit, namun peruntukkannya bukan digunakan untuk angkutan bus sekolah.
“Namun pihak perhubungan mengatakan, untuk fasilitas bus sekolah. Masih ada kesempatan untuk mengajukan ke pusat, karena menurut informasi, ketersediaan bus sekolah di kementerian perhubungan masih banyak,” bebernya.
Sementara, lanjut Joko, berkaitan dengan fasilitas bus sekolah,  melihat dari kebutuhan, minimal Melawi harus memiliki 4 bus sekolah, khususnya untuk mengantar jemput anak sekolah yang berada di sekitar Nanga Pinoh.
“Empat bus itu minimal. Itu untuk pelajar dari Manggala, KKLK, Pemuar, Batu Buil serta pelajar sekitar Nanga Pinoh lainnya yang cukup jauh menuju ke sekolahnya,” ucapnya.
(edi/dd)

Related Posts