Sutarmidji Ancam Tutup SMK Pelayaran

Walikota Pontianak Sutarmidji

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Walikota Pontianak, Sutarmidji berencana akan melayangkan surat ke Presiden Joko Widodo terkait dengan kasus SMK Pelayaran Pontianak, karena sekolah tersebut telah ditetapkan sebagai sekolah rujukan nasional oleh Menteri Pendidikan, namun untuk menembus aturan-aturan itu Dinas Perhubungan belum bisa menjalankannya seperti lulusan SMK Pelayaran tidak bisa langsung berlayar, karena harus mendapatkan 14-16 sertifikat baru bisa berlayar.

“Untuk mendapatkan 14-16 sertifikat tersebut belum tentu dengan sekali ujian langsung lulus di sinilah permainanannya. Kalau sertifikat 14-16 mana ada orang yang mampu satu sertifikat, masa sih untuk mendapatkan izin berlayar harus punya 14-16 sertifikat baru dapat approval 4-5.” jelasnya, Kamis (13/10).

Terkait msalah ini, pihaknya sudah melaporkan ke Sekretaris Jenderal, dan Menteri Perhubungan karena akan menutup SMK Pelayaran Pontianak tersebut.

“Saya mau menyurati presiden, mau saya tutup SMK Pelayaran tersebut,” tegasnya.

Diceritakannya, tujuan awal mendirikan SMK Pelayaran karena adanya peluang kerja di bidang transportasi laut, karena banyaknya berita perusahan Belanda tutup karena kekurangan tenaga kerja.

Saat ini juga, tambah Sutarmidji Presiden Jokowi menekankan tentang program tol lautnya yaitu transportasi menggunakan kapal antar pulau-pulai di Indonesia. Namun jika kapal banyak tetapi tenaga kerja tidak ada itukan artinya tidak menunjang program Presiden.

Pada saat ini, sebutnya masih banyak lulusan SMK pelayaran di Pontianak yang tidak mendapat pekerjaan dan tidak bisa masuk akademi pelayaran, namun bisa masuk Akademi Pelayaran jika terlebih dahulu mengikuti program paket C.

(Matilda/Faisal)

Related Posts