Fakultas Hukum Untan Bahas Problem Batas Maritim RI

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Jurusan Hukum Internasional pada Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura mengadakan seminar dan diskusi publik mengenai Problema Penyelesaian Perbatasan Maritim Indonesia dengan negara-negara pada Kamis (20/10) di ruang video conference Fakultas Hukum.

Kegiatan yang dihadiri oleh dosen, dan mahasiswa di kalangan fakultas hukum Untan ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Dr. Syarif Hasyim Azizurrahman, S.H., M.Hum. Acara itu juga disiarkan langsung di beberapa universitas lain antara Universitas Andalas secara live.

Dekan Fakultas Hukum ini mengharapkan kegiatan itu memberikan masukan atau membuka daya pikir baik dikalangan akademis seperti dosen-dosen maupun mahasiswa, terutama dalam kapasitas bagaimana mendiskusikan dan memberikan penyelesaian ataupun masukan tentang problema yang terjadi di negara ini.

Narasumber dalam acara ini adalah Dr.Evi Purwanti, S.H., LL.M dan Dr.Budi Hermawan Bangun, S.H.,M.Hum yang juga adalah dosen Fakultas Hukum Untan.

Dikatakan Dr.Evi Purwanti, S.H., LL.M bahwa Indonesia berbatasan langsung dengan 10 negara. Hal ini lah yang menjadi problema tentang penentuan batas wilayah antar Negara terutama pada bagian batas laut.

“Saat ini penentuan garis Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dengan negara tetangga masih tumpang tindih karena setiap negara memiliki penentuannya masing-masing,” jelasnya.

Menurutnya, penentuan zona laut dengan penentuan zona darat sangat berbeda, karena umumnya penentuan zona laut ditentukan dari garis pantai, sehingga jika suatu negara mempunyai garis pantai yang luas maka negara tersebut berhak untuk wilayah laut yang lebih banyak.

Namun pada prakteknya problem penentuan batas suatu negara di tentukan oleh tiga hal utama yaitu hukum, politik, dan teknik. Namun yang paling berpengaruh adalah politik suatu Negara.

Dalam hukum penentuan batas antar negara di tentukan dari sebuah kesepakatan dari kedua negara.

“Saat ini belum ada cara penentuan secara jelas mengenai batas wilayah antar negara inilah yang membuat penentuan suatu batas negara biasanya membutuhkan waktu yang relatif lama, karena setiap negara menggunakan teknik dan metodenya masing-masing yang dapat menguntungkan.

Saat ini batas wilayah Negara Indonesia dengan Negara tetangga yang telah selesai hanya dengan negara Papua Nugini.

“jika kita mempunyai batas yang jelas, akan meminimalkan adanya konflik,” tegasnya.

Sementara Dr.Budi Dermawan Bangun, S.H.,M.Hum mengatakan penting bagi suatu negara menampakan diri di daerah perbatasan, sehingga ketika muncul suatu problem mengenai batas antar Negara, yang memiliki kepedulian terhadap wilayah tersebutlah yang akan memenangkan wilayah tersebut.

“Kita tidak bisa hanya protes dan melakukan tindakan responsif saja, karena yang sangat penting adalah menunjukan kehadiran kita secara nyata di bagian perbatasan,” tegasnya.

(Matilda/Faisal)

Related Posts