Buruh Hujat Ahok Hanya Berani Bayar Tikus Rp20 Ribu

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Ratusan buruh Jakarta menggeruduk kantor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota sejak tadi pagi. Mereka berkeras mengawal sidang dewan pengupahan, hingga ditentukannya upah minimum provinsi (UMP) ideal sebesar Rp3,8 juta.

Ketidakhadiran Ahok dalam sidang tersebut menjadi bahan kritikan. “Ahok tidak bisa diskusi bersama dewan pengupahan pagi ini. Ini lagi-lagi ada intervensi (pemerintah) pusat di sini,” teriak orator di depan pagar Balai Kota Jakarta, Senin (24/10).

Mereka menilai, Ketidakhadiran Ahok dalam sidang bersama unsur pemerintah, pengusaha, dan buruh di salah satu ruangan di Balai Kota karena ada desakan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi agar penetapan UMP 2017 harus sesuai dengan PP 78 Tahun 2015.

Dengan mengacu beleid tersebut beserta rumusannya, maka UMP DKI hanya dapat diketuk maksimal Rp 3,38 juta. “Makanya biang kerok nih (Menakertrans),” ujar orator.

Mereka menuntut keberanian Ahok agar dapat merujuk nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang telah disurvei. Pekerja melakukan survei di tujuh pasar tradisiolal, dengan nilai KHL sebesar Rp 3,491.607.

Angka tersebut kemudian ditambah dengan pertumbuhan ekonomi Jakarta dan infalsi Jakarta. Sesuai perhitunggannya nilai yang muncul adalah Rp 3.831.690 atau naik sekitar 23 persen.

“Mana keberanian Ahok membela buruh? Gusur warga berani, bayar tikus Rp 20 ribu berani, bela buruh berani enggak?,” seloroh orator.

(Rimanews/Faisal)

Related Posts