Dukcapil Melawi “Jemput Bola”, Kejar Target Rekam e-KTP

Melawi, thetanjungpuratimes.com  – Masih banyaknya penduduk Melawi yang tergolong wajib KTP namun belum melakukan perekaman membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat terpaksa melakukan jemput bola. Perekaman pun langsung dilakukan di desa-desa yang berada di pedalaman.

Soal jemput bola, Sekretaris Disdukcapil, Hamidun menerangkan, hampir seluruh kecamatan sudah dilakukan perekaman hingga ke desa. Bahkan desa-desa yang berada di pedalaman, seperti pada kecamatan Ella, Menukung, Sayan dan Belimbing Hulu sudah banyak yang didatangi tim perekam KTP elektronik.

“Yang tak ada listrik, kita langsung bawa genset sendiri. Sekarang justru desa dalam kota ini yang masih banyak penduduknya belum rekam e-KTP. Kalau ada yang sakit sampai tak bisa berjalan, malah kita yang datang ke rumahnya,” katanya.

Dari data disdukcapil terungkap masih ada 49.882 wajib KTP yang belum melakukan perekaman. Sementara yang telah memiliki KTP elektronik sebanyak 110.492 penduduk. Salah satu perekaman yang dilakukan dengan sistem jemput bola digelar di desa Kenual, Nanga Pinoh.

Kepala Desa Kenual, Atot mengatakan, walau masih berada dalam lingkungan kota kabupaten, tak sedikit warga Kenual yang ternyata belum memiliki KTP elektronik apalagi melakukan perekaman, yang tidai diketahui alasan apa yang menyebabkan warga tidak betah mengurus perekaman ke Disdukcapil.

“Animo masyarakat tinggi untuk melakukan perekaman. Mungkin karena lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Karena kalau disuruh langsung ke kantor capil kadang banyak saja alasannya, mulai yang tak ada kendaraan, jauh atau berbagai hambatan lain,” kata Atot di temui di kantor desanya, Selasa (25/10).

Diungkapkannya, ada sekitar 400 – 500 penduduknya yang belum melakukan perekaman. Padahal ia sudah mensosialisasikan bahwa pentingnya memiliki KTP elektronik pada warganya. 

“Karena kalau tak ada KTP elektronik susah mau urus administrasi lain. Mau daftar BPJS juga tidak bisa, atau buat tabungan di bank,” katanya.

(edi/dd)

 

Related Posts