Dinas Dukcapil KKR: Uang Bensin, Uang Makan, Uang Rokok Bukan Pungli

Kayong Utara, thetanjungpuratimes.com – Kabid Kependudukan Tengku M Hamdan mengatakan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kayong Utara komitmen berantas pungli, pihaknya sudah membuatkan surat yang disebar keseluruh Kecamatan, yang isisnya mengatakan bahwa untuk pembuatan KTP, Kartu Keluarga (KK), dan Akte gratis, tanpa di pungut biaya sedikitpun.

“Hal itu kami lakukan untuk menimalisir adanya oknum nakal, khususnya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ini,” jelasnya, Jumat (28/10).

Pembuatan KTP, KK, Akte itu gratis tidak ada di pungut biaya sedikitpun, pihaknya juga sempat mengadakan rapat staf bahwa untuk pembuatan, KTP,KK Akte itu gratis.

Kalaupun ada staf yang memang memungut biaya tanpa sepengetahuan dirinya, menurutnya itu diluar pengawasan, karena diakuinya hal seperti itu tidak mudah untuk diawasi. Namun dirinya menegaskan bahwa Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil melayani masyarakat secara gratis.

“Saya sudah maksimal mengimbau kepada seluruh staf tapi kalau di belakang kita tidak tahu, mungkin pas saya tidak masuk ada anak buah yang main di belakang, karena tidak mungkin setiap jam kita awasi,” jelasnya.

Kalaupun ada staf yang tertangkap tangan meminta uang atau menerima uang dari masyarakat, pihaknya akan memproses hal tersebut, sehingga sanksi apa yang diberikan nantinya diserahkan sepenuhnya kepada Kepala Dinas.

“Kalau terbukti akan kita sampaikan hal tersebut ke Kepala Dinas, biar tindaklanjutnya Kepala Dinas. Tapi hingga saat ini belum pernah kedengaran ada yang terima uang,” tuturnya.

Dirinya tidak menampik kalau ada sebagian aparat Desa, ataupun RT yang membantu masyarakat mengurus Kartu Keluarga masyarakat lain, dengan imbalan sejumlah uang. Bila melihat dengan jarak tempuh dan keterbatasan waktu hal tersebut menurutnya dapat di toleransi, karena dengan jarak antar Kecamatan yang jauh tentu memerlukan biaya, seperti makan minumnya, belum lagi jika tidak cukup dalam waktu sehari mengurus berkasnya.

“Pernah di dalam rapat ada yang menyampaikan bahwa dalam pegurusan KK ini ada pungutan, terus selesai rapat itu kami jawab, semuanya gratis, dari Kabupaten sampai ke Desa itu gratis. Tetapi bila masyarakat meminta bantu dengan pengurus RT, Kepala Desa tentu itu memerlukan biaya saya bilang, dan itu tidak pungli saya bilang. Karena mereka mengurus inikan memerlukan biaya, misalnya bensin, uang rokok, uang makan dia, dan belum tentu satu hari itu bisa selesai,” tungkasnya.

(Rizal/Faisal)

Related Posts