KIPP Minta Warga Jakarta Hindari Kampanye Hitam

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Komite lndependen Pemantau Pemilu meminta warga Ibu Kota untuk menghindari kampanye hitam dan penggunaan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), untuk menjatuhkan dan menyerang pasangan calon tertentu.

“Larangan menggunakan isu SARA dalam kampanye telah diatur dalam Peraturan KPU No. 12 tahun 2016, pasal 66, yang berisi larangan menghina seseorang, SARA pasangan calon. Serta larangan untuk menghasut, menfitnah, menggadu domba parpol, perseorangan dan atau kelompok masyarakat. Apabila aturan itu dilanggar, tentunya dapat menimbulkan persoalan dalam kampanye,” tegas Direktur Eksekutif KIPP Jakarta, Rindang Adrai.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati menghadapi kampanye negatif yang berpotensi memecah belah kebhinekaan serta meruntuhkan nilai-nilai demokrasi. Dengan dimulainya tahapan kampanye Pilgub DKI Jakarta hari ini, semua pasangan calon diminta mengedepankan program kerja, visi dan misi dalam berkampanye, bukan kampanye negatif, apalagi kampanye hitam menggunakan isu Sara.

“Kami juga mengajak masyarakat, khususnya warga Jakarta untuk menjadi pemilih pintar dalam memilih pasangan calon dengan melihat rekam jejak, program kerja serta visi dan misi yang ditawarkan,” tuturnya.

Sekjen KIPP Jakarta Yudho Negoro juga berpesan agar masyarakat DKI Jakarta lebih selektif dalam menerima informasi yang beredar, agar tidak mudah terprovokasi. Di samping itu, KPU DKI juga wajib menjaga netralitas dan bersikap profesional dalam melaksanakan tugas.

Kepada Bawaslu DKl, KIPP meminta untuk melakukan tugas pengawasan serta menindak lanjuti semua laporan masyarakat sesuai dengan peraturan yang berlaku. Bagi aparat Kepolisian, Yudho mengingatkan supaya menindak tegas pelaku penyebar isu SARA.

“Mari kita ciptakan kondisi Pilgub DKI Jakarta 2017 yang aman, tertib dan damai,” tandasnya.

(Rimanews/Faisal)

Related Posts