Siswa SLB Diberi Keterampilan Menganyam Tikar

Melawi, thetanjungpuratimes.com – Tikar anyam dari sedotan menjadi salah satu hasil keterampilan yang dihasilkan dari tangan para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Yayasan Bhakti Luhur Nanga Pinoh.

Meskipun tikar tersebut sudah biasa dan sudah banyak dipasaran, namun keteranpilan tersebut sedikit unik, karena yang mengerjakannya adalah anak-anak yang memiliki keterbatasan fisik.

Menurut seorang pengurus yayasan Bhakti Luhur SLB, Suster Susan, kreativitas kerajinan tangan oembuatan tikar dari sedotan tersebut, muncul dari ketika melihat tikar anyaman dari daun.

“Jadi kenapa tidak kita coba dengan sedotan, ternyata hasilnya cukup bagus,” ungkapnya ketika ditemui, Senin (31/10).

Untuk membuat tikar anyaman dari sedotan tersebut, para siswa tidak harus mengeluarkan modal banyak, hanya sedotan-sedotan bekas, yang dibersihkan dan diolah kembali.

“Dalam pembuatan satu buah tikar, tidak kurang dari 500 pipa sedotan,” ucapnya.

Dalam pembuatan satu tikat, biasanya hanya memakan waktu dua sampai tiga hari, tergantu waktu pengerjaannya.

“Satu tikar dikerjakan oleh satu orang. Salah satunya yakni dikerjakan oleh satu orang, di antaranya pegawai tetap yayasan dan warga Yayasan Bakti Luhur . Pelatihan juga biasa kita berikan kepada siswa disini,” ungkapnya.

Setelah jadi, tikar anyaman dari sedotan tersebut biasanya dipasarkan dan dipromosikan melalui berbagai pameran. Bahkan ada yang di titipkan dipertokoan.

“Harganya berpariasi, dan di sesuaikan dengan ukuranya.  Ada yang Rp 200 ribu sampai Rp 350,” katanya.

Ketua DPRD Melawi yang berkunjung ke Yayasan Bakti Luhur belum lama ini ikut memuji keterampilan kerajinan yang dilakukan oleh warga Yayasan Bhakti Luhur. Apalagi kerajinan tersebut bernilai jual.

“Kreatifitas seperti ini patut kita apresiasi dan dikembangkan,” pungkasnya.

(Edi/dd)

Related Posts