Imigrasi Pontianak: Tak Dibenarkan WNA Miliki Dokumen Layaknya WNI

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian kelas I Pontianak, Ujang Cahaya menyebutkan dengan diberlakukannya Pilpres 21 tahun 2016 tentang bebas visa kunjungan yang terdiri dari 169 negara, Indonesia mengalami kenaikan terutama warga Tiongkok.

“Khusus di Kalimantan Barat tidak terlalu banyak, namun untuk pengawasan dan pencegahan pihak Imigrasi kelas 1 Pontianak telah membentuk Tim Pengawas Orang Asing (Timpora) yang terdiri dari berbagai instansi,” ungkapnya Senin (31/10).

Ketika ditanya tentang adanya WNA yang memiliki dokumen palsu berupa akte, kartu keluarga dan KTP, ia mengatakan bahwa itu sangat tidak dibenarkan.

“Tidak dibenarkan jika ada WNA yang memiliki dokumen palsu, kami akan memproses dari mana sumbernya,” tegasnya

Ia mengatakan kalau untuk sementara pihaknya baru menangani dua orang yang memiliki dokumen palsu dan telah di deportasi.

Menurutnya, jika memang ada yang melakukan hal itu pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan terhadap sumbernya, serta akan mencari informasi siapa yang ada dibelakangnya.

“Kam mengimbau kepada masyarakat apabila di masyarakat ada orang asing yang membuat KTP serta akta lahir, kartu kelaurga dan adanya warga asing yang mencurigai harap melaporkan ke kantor Imigrasi setempat,” pintanya.

(Maulidi/Faisal)

Related Posts