Gerakan Mahasiswa Pembebasan Tuntut Jokowi Tangkap Ahok

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Mahasiswa Pembebasan aksinya di bundaran Digulist Untan pada Kamis (3/11).

Dalam aksinya merea menyatakan sikap terhadap Jokowi, terkait dengan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok.

Koordinator lapangan Galih Pramono menuturkan walaupun Ahok telah menyatakan permohonan maaf, tentu tidak serta merta menjadikan Ahok bebas dari hukuman.

“Kendati demikian hingga pernyataan sikap ini dilayangkan, Bareskrim Polri belum juga menangkap Ahok,terlapor penista agama tersebut,” ujarnya

Galih juga mengatakan, di sisi lain sikap pemerintah dibawah Jokowi yang cenderung lambat merespon sikap umat Islam ini memunculkan kecurigaan besar bahwa rezim sedang melindungi Ahok, apalagi petahana (kedudukan) Gubernur Jakarta ini seolah-olah kebal hukum.

“Atas dasar itu Gerakan Mahasiswa Pembebasan menyatakan sikap diantaranya menuntut kepada Jokowi menangkap Ahok yang telah jelas melakukan penistaan terhadap Alquran dan Ulama,” kata Galih

Untuk yang kedua, pihaknya menuntut kepada Bareskrim Polri agar segers tangkap, jangan gentar dengan kekuatan apapun yang berada dibalik kebalnya Ahok, jika kalian menegakkan kebenaran, umat bersama kalian namun jika kalian bersama para pendukung Ahok, nantikan lah kemarahan umat yang lebih besar dan azab dari Allah SWT.

“Yang ketiga, bagi siapa saja yang melindungi dan membela Ahok penista Alquran dan ulama termasuk jika itu ada Jokowi maka ingatlah firman Allah SWT,” tegasnya

Ke empat, menyerukan kepada kaum untuk bahu membahu menolak pemimpin kafir, menegakkan hukum Allah, menjaga kemuliaan Islam, Alquran dan Ulama, khususnya dalam kasus Ahok ini terus lah berseru tolak Ahok, tangkap Ahok penghina Alquran dan Ulama.

“Dan yang terakhir menyerukan kepada umat agar terus berjuang atas nama Islam dan Akidah Islam karena dengan itulah ummat akan mencapai kebangkitannya yang hakiki yakni dengan ditegakkannya Syariah dalam bingkai Daulah Khilafah Rasyidah,” harapnya

(Maulidi/Faisal)

Related Posts