Orang Pertama yang Hafal Al-Qur’an

Thetanjungpuratimes.com – Setiap Muslim pasti menghafal minimal satu surah dalam al-Qur’an. Hafal di sini berarti melafalkan sama persis seperti apa yang tertulis dalam mushaf. Ratusan ribu Muslim di seluruh dunia mampu menghafal seluruh isi al-Quran.

Sebagian mereka merampungkan hafalannya sejak kanak-kanak. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang masih balita.

Semua Muslim berlomba-lomba menghafal al-Qur’an karena jaminan pahala dan dalam rangka menjaga eksistensi al-Quran. Oleh sebab itu, al-Qur’an menjadi satu-satunya buku di dunia yang paling banyak dihafal sepanjang masa.

Tradisi menghafal al-Quran ini berlangsung sejak masa Nabi Muhamamd hidup. Sejumlah sahabat mampu menghafal ayat al-Qur’an hanya dengan sekali mendengar.

Lantas, siapakah, selain Nabi, orang pertama yang menghafal al-Qur’an?

Qatadah sekali waktu bertanya kepada Anas bin Malik (pembantu Nabi), siapa yang hafal al-Qur’an di masa Nabi. “Ada empat, semuanya dari Anshar (Madinah): Ubay bin Ka`b, Mu`adh bin Jabal, Zayd bin Thabit dan Abu Zayd,” (R. Bukhari).

Dalam riwayat lain, Anas berkata, “Ketika nabi Wafat, tak ada yang hafal al-Quran (secara penuh) kecuali empat orang: Abu Darda’, Mu`adz bin Jabal, Zayd bin Thabit dan Abu Zayd,” (R. Bukhari).

Dua riwayat di atas berbeda satu sama lain yakni yang pertama menyebut Ubay bin Ka’ab dan yang kedua Abu Darda’.

Namun, para ulama menyangsikan kesaksian Anas di atas. Pertama, Anas menyebut nama mereka hanya karena kecintaannya kepada para sahabat tersebut.

Alasan kedua, ada hadits Nabi yang menyatakan, “Pelajari al-Quran dari empat orang: Abdullah bin Mas`ud, Salim (budak Abu Hudhayfah yang dibebaskan), Ubbay bin ka’b, dan mu’adz ibn jabal,” (HR. Bukhari).

Hadits di atas tidak bicara tentang orang yang menghafal, tetapi pengetahuan tentang al-Quran. Tetapi, mafhum dipahami bahwa seseorang disebut ahli al-Qur’an pasti lebih dahulu menghafalnya.

Ketiga, kodifikasi al-Qur’an dalam satu buku atau mushaf di zaman Abu Bakar adalah karena kegelisahan sebab 70 orang penghafal al-Quran dibunuh di hari Bi’r Ma`unah saat perang Yamamah (Desember 632), 6 bulan setelah mangkatnya Nabi Muhammad (8 Juni 632).

Sahabat seperti Abu Bakar sangat dimungkinkan menghafal al-Quran karena dia yang ditunjuk nabi menggantikan dirinya  sebagai imam shalat. Sebagaimana diketahui bahwa, salah satu syarat imam adalah bagusnya bacaan dan banyaknya hafalan.

Dari informasi di atas, kita tidak menemukan siapa yang pertama menjadi penghafal al-Quran. Yang jelas, penghafal al-Qur’an generasi pertama ini puluhan jumlahnya.

(Rimanews/Faisal)

Related Posts