Sampah Sumbat Aliran Parit di Jalan Rawak Sekadau Hilir

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Warga jalan Merdeka Selatan atau sering disebut Jalan Rawak di Dusun Sungai Kapar Hulu, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir,  mengeluhkan kondisi saluran yang tersendat di beberapa titik di ruas jalan tersebut.

Hal itu diungkapkan Iwan (23) warga setempat yang mengatakan jika saluran atau Parit yang berada di jalan itu sudah lama tidak diurus atau dilakukan Pemeliharaan oleh pemerintah.

“Jadi dulu kalau tidak salah saluran disitu dibangun ditahun 2009 silam, karena kondisinya sudah lama hingga saat ini banyak limbah dan lumpur di parit tersebut maka salurannya menjadi tersendat,” ujarnya ditemui, Kamis (3/11).

Dengan tersendsatnya saluran itu, kata Iwan, maka ketika hujan deras turun, kondisi saluran tersebut tidak mampu menahan air dan meluber ke badan jalan.

“Bahkan air masuk ke gang-gang dan di bawah kolong rumah warga karena datarannya rendah, dan kondisi gorong-gorong yang ada banyak sampah sehingga air tidak bisa mengalir cepat. Ini masalah besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Dengan kondisi alam sekarang yang sering hujan, menurutnya, jika banyak air yang tergenang maka akan menimbulkan sarang nyamuk, lalu kondisi air yang kotor dikarenakan limbah.

“Jadi, kita takutkan akan berdampak kepada penyakit yang timbul di masyarakat, seperti demam berdarah, penyakit kulit, dan sebagainya,” bebernya.

Maka dari itu, Iwan berharap, pihak pemerintah Kabupaten menyampaikan permasalahan ini ke pemerintah provinsi Kalbar.

“Karena ini jalan provinsi maka tolonglah diurus kondisi saluran ini,” tukasnya.

Sesuai pantauan di lapangan, di Jalan Merdeka Selatan tercatat dsari KM 1 dan 2 ada beberapa titik yang salurannya tersendat, seperti di depan SMU Karya Sekadau, TK Santa Gema, Di depan Gang Pisang, Gang Murai, dan Didepan kantor Camat.

Sementara itu, Kabid Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Kabupaten Sekadau Heri Handoko mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya saluran yang tersendat di daerah yang dikeluhkan oleh warga.

“Kondisinya memang tersendat, kita sudah surati provinsi tentang hal ini. Kita berharap pihak provinsi membuat gorong-gorong dan paritnya dikeruk lagi agar saluran airnya mengalir deras,” ujarnya.

Dikatakan dia pihaknya sudah menyurati pihak Bina Marga Provinsi tentang beberapa hal terkait keluhan warga.

“Di antaranya kita minta pembuatan gorong-gorong, drainase, saluran, jalan rusak, dan lainnya. Saat ini kita mampu bantu jika kondisinya sangat parah, dan Semoga di tahun depan (2017) bisa dibenahi provinsi karena ini termasuk dsalam rangka pemeliharaan saja,” pungkasnya.

(Yahya/dd)

Related Posts