Aktivis Walhi Kalbar Menilai Maklumat Terkait Karhutla Membuat Petani Kecil Takut

Pontianak,  thetanjungpuratimes.com – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalbar menggelar Diskusi lingkungan hidup bertema perubahan iklim dan nasib wilayah kelola rakyat (pada ekosisitem rawa gambut)  pasca kebijakan larangan membakar lahan, Kamis (3/11).

Diskusi ini diangkat karena adanya aturan pelarangan membersihkan lahan dengan cara membakar melalui maklumat kepolisian pada tanggal 7 Juli 2015, dan Inpres 11 tahun 2015, kampanye TNI dengan ancaman pidana kepada para pembakar lahan.

“Maklumat itu lah yang dipakai oleh pihak kepolisan dan TNI untuk menyasar perkampungan yang membakar ladangnya untuk bertani,” kata Aktivis Walhi Kalbar Hendrikus Adam, saat menyampaikan materi pada agenda tersebut.

Aturan tersebut, kata Adam, ditelan mentah-mentah oleh aparat untuk menindak dan mempidana petani-petani kecil.

“Hal itulah yang menjadi momok petani kecil di daerah, di perkampungan, mereka manjadi takut dan resah kepada para aparat yang beralasan menjalankan maklumat itu sebagai perintah langsung dari komandan dan dari presiden,” paparnya.

Padahal, lanjut Adam, petani kecil di daerah tersebut, meskipun membakar lahan pertaniannya dengan sengaja, namun penuh dengan sikap kehati-hatian, dan memperhitungkan dengan sangat jeli agar lahan yang dibakar itu tidak menyebar.

“Sebelum mereka membersihkan lahan di sekeliling lahan itu dibersihkan, dibuat parit, dan segala macam kearifan lokalnya agar tujuan api tidak menyebar,” sebutnya.

(Agustiandi/dd)

Related Posts