Paska Bom Samarinda, Kapolda Kalbar Instruksikan Jajarannya Tingkatkan Kewaspadaan

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kapolda Kalbar Irjen Pol Musyafak menginstruksikan kepada para Kapolres dan pejabat utama  Polda Kalbar untuk meningkatkan kewaspadaan, dan kesiap siagaan mulai dari tingkat Polsek sampai Polres dan Polda, agar peristiwa di Samarinda tidak terjadi di kalbar.

“Pada kesempatan ini saya mengingatkan kepada seluruh jajaran, untuk memberdayakan Bhabin kamtibmas yang ada di desa-desa bersama Babinsa, dan Bapulbaket untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui kunjungan dari rumah kerumah,” pintanya disela-sela kegiatan lomba menembak dalam Rangka Hari ulang Tahun Brimob ke 71 pada Minggu (13/11) di markas Brimob Polda Kalbar.

Kapolda juga meminta kepada seluuh jajarannya untuk melakukan silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat, dalam upaya membina dan memupuk kebhinekaan, yang telah terbangun cukup bagus selama ini.

Disamping itu, kata Musyafak perlunya pengetatan, dan pengawasan di wilayah perbatasan melalui kegiatan Patroli terpadu dengan Peleton Lintas Batas TNI yang ada di Wilayah perbatasan.

“Saya ingatkan kepada para pejabat utama Polda dan Polres Untuk mempertebal personil dimarkas-markas penjagaan Polri baik ditingkat Polda, Polres, maupun tingkat Polsek.

Dirinya juga mengimbau agar berdayakan masyarakat untuk meningkatkan pengamanan Swakarsa di lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan kerja masing-masing.

“Polisi tidak bisa kerja sendiri, perlu sinergitas dengan semua elemen masyarakat, kewajiban bagi para tamu yang menginap dirumah penduduk  dalam waktu 1 x 24 jam, melapor kepada Ketua RT, agar digalakkan kembali karena disamping telah diatur dalam Peraturan Daerah, juga sangat bermanfaat bagi Polri dalam melakukan pengawasan terhadap warga pendatang baru,” ucapnya.

Dirinya juga mengingatkan kepada para Bhabinkamtibmas yang ada di desa desa agar memberdayakan jaringan informasi baik secara Formal melalui RT, RW yang telah terbentuk beberapa waktu lalu, juga jaringan informasi Informal melalui para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelajar pelopor Kamtibmas dan berbagai komunitas yang ada.

“Kesemuanya itu jika dilakukan dengan kesungguhan maka semua peristiwa kejadian akan termonitor, dan dapat dicegahnya,” pungkasnya.

(Maulidi/Faisal)

Related Posts