Tolak Isu SARA dalam Pilkada

Pontianak, thetanjungpuratimes.com-Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kalimantan Barat melakukan orasi menolak penggunaan isu Suku, Agama, dan Ras (SARA) dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat, pada Jumat (28/10).

Fahrul Rahman Lubis, salah satu peserta aksi mengatakan, aksi ini sebagai bentuk kepedulian pemuda dalam mengantisipasi pembodohan terhadap masyarakat, karena isu-isu SARA dalam Pilkada, sebab masyarakat daerah terutama perdesaan sangat mudah terpengaruh.

“Kami datang berkumpul menunjukan sikap bersama bahwa mahasiswa dan pemuda Kalbar tidak setuju penggunaan isu SARA sebagai mesin-mesin pengumpulan massa dalam Pilkada,” ujar dia disela-sela aksi.

Dirinya juga mengatakan, dengan adanya aksi ini diharapkan KPU menyosialisasikan dan memberikan pencerdasan politik bagi masyarakat. Tidak hanya itu saja, penegak hukum juga harus memproses jika terjadi penyimpangan.

“Jangan menggunakan media sebagai alat adu domba seperti yang terjadi saat ini, karena pengaruh media sangat besar,” tegas dia.

Sementara itu, Ketua KPU Kalbar Umi Rifdiyawati, mengatakan, bahwa sosialisasi pendidikan politik bukan hanya tugas dari KPU tapi juga tugas semua elemen masyarakat, partai politik dan tentunya Pemerintah Daerah.

“KPU tidak bisa turun langsung untuk sosialisasi ke daerah, karena keterbatasannya sumber daya dan anggaran, KPU sudah menganggarkan untuk kegiatan sosialisasi di daerah-daerah, ya jadi kalau misalnya ada dugaan terkait pelanggaran kan sudah ada Bawaslu di daerah, jadi kalau ada kecurangan silahkan dilaporkan,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan, dengan adanya aksi ini, KPU se Kalbar harus sadar bahwa kinerja KPU diawasi oleh masyarakat, masyarakat menginginkan agar bekerja dengan baik, menciptakan pemilihan yang Langsung Umum Bebas dan Rahasia (Luber) serta Jujur dan Adil (Jurdil).

“Dan harus ada komitmen dari dalam diri penyelenggara pemilu,” tandas Umi.

(Matilda/Muhammad)

Related Posts