Kinerja Polres Ketapang Ungkap Ilegal Logging Dapat Apresiasi

Ketapang, thetanjungpuratimes.com – Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK), Isa Anshari mengapresiasi kinerja Polres Ketapang yang berhasil mengungkap aktivitas Ilegal logging di Kecamatan Sandai.

Namun ia meminta kepada Polres Ketapang bahkan Polda Kalbar untuk serius memproses hukum siapapun bos atau cukong Ilegal Logging tersebut.

“Kami minta tidak hanya masyarakat sebagai pekerja yang tukang motong kayu yang diproses hukum, tapi juga para bos serta cukong baik itu pemilik usaha ilegal, pemodal maupun penampung hasil ilegal loging tersebut,” tegasnya, ditemui Selasa (15/11).

Ia melanjutkan, dampak dari Ilegal Logging tentu sangat merugikan masyarakat khususnya di sekitar lokasi, untuk itu sikap tegas dan transparan harus dilakukan dalam proses hukum terhadap para cukong-cukong kayu tersebut lantaran tidak mungkin masyarakat selaku pekerja lapangan tidak didanai atau diperkerjakan oleh para cukong kayu.

“Harus ada sanksi tegas dan komitmen yang tidak setengah-setengah untuk memberantas Ilegal Logging karena tentu cukong kayu itu memiliki relasi yang banyak, agar ada efek jeranya keterlibatan mereka juga harus dibuktikan kemudian di tangkap dan dihukum,” ketusnya.

“Apalagi kami yakin Polisi mampu dan memiliki cara untuk mengungkap pemilik modal dan penampung hasil Illegal Loging,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga meminta agar dalam proses hukum kasus Ilegal Logging juga dikaitkan dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) agar jelas hasil pembalakan liar aliran dananya lari kemana saja, siapa saja yang terlibat dan menerima uang tersebut.

“Karena bukan tidak mungkin banyak pihak yang terlibat, untuk itu proses hukumnya harus jelas agar masyarakat bisa menilai langsung, karena jika proses hukumnya tidak jelas dan para cukong tidak ditangkap hanya para pekerja saja maka kami akan memohon ke Mabes Polri untuk menindaklanjuti kasus ini, apalagi sudah ada pemilik Sawmill yang ditetapkan sebagai tersangka,” terangnya

Mengenai pemilik Sawmill Ilegal yang sudah ditetapkan sebagai tersangka namun belum dilakukan penahanan, ia mengaku pihaknya menghormati adanya proses hukum yang ada lantaran memang ada beberapa pertimbangan seseorang yang telah ditetapkan sebagai tersangka namun tidak ditahan seperti orang tersebut tidak menghilangkan barang bukti, tidak melarikan diri.

“Jika tersangka tersebut berjalan proses hukum kabur maka kami meminta Polres Ketapang bertanggung jawab atas hal tersebut, karena kami tidak mau hanya masyarakat yang bekerja dilapangan menjadi korban,” pungkasnya.

(Ras/dd)

Related Posts