Penyaluran Dana Melalui Transaksi Non Tunai, Menuai Protes Sejumlah Ketua RT/RW

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Program penyaluran dana operasional menggunakan transaksi elektronik atau non tunai menuai protes dari sejumlah ketua RT/RW di kota Pontianak.

Salah satunya adalah, Kusnadi, yang menjabat sebagai ketua RT di kelurahan Bansir Laut. Menurut dia dengan adanya program itu, akan membuat para ketua RT sedikit repot, karena harus melewati sejumlah prosedur yang agak rumit. Padahal, kata dia, dana operasional RT yang besarannya hanya Rp 1 Juta itu hanya diterima satu kali dalam setahun.

“Yang diprotes itu kenapa harus ketua dan bendahara yang mengambil dulu, kan cuma ketua RT, itu saja yang di protes sama kami,” ungkapnya, usai penandatanganan dan sosialiasasi elektronikfikasi penyaluran dana operasional RT/RW di BI Kalbar, Kamis (17/11).

Kata dia, para pengurus RT/RW berharap pemerintah dan pihak Bank harus menyosialisasikan program penyaluran dana tersebut lebih detail lagi, agar dapat dipahami oleh pengurus RT/RW di kota Pontianak.

“Ini bukan mempermudah malah merepotkan, dananya ndak seberapa repotnya yang banyak, coba kayak dulu langsung kasi jak kan enak,” kesalnya.

(Matilda/dd)

Related Posts