Tahanan “Gijzeling” Akan Bebas Jika Melunasi Tunggakan Pajak

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Kepala Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kantor Wilayah Kalbar, Slamet Sutantyo mengatakan bahwa tahanan gijzeling adalah tahanan khusus karena telah melakukan penunggakan pembayaran pajak.

“Namun untuk jam besuknya, pihak lapas tidak membedakan antara tahanan Gijzeling dengan narapidana yang ada di Lapas II Pontianak,” terangnya, Kamis (17/11).

Dia menuturkan, penerapan penyanderaan ini hanya berfungsi sebagai bentuk upaya untuk memberi pembelajaran terhadap masyarakat agar tidak melakukan penunggakan pajak.

“Gijzeling dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Penyanderaan yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setelah mendapatkan izin tertulis dari Menteri Keuangan, atau Gubernur, sehingga kami tidak bisa sembarangan untuk melakukan Gizling ini,” ungkapnya.

Dia menuturkan, penyanderaan atau Gijzeling ini dilakukan paling lama enam bulan, dan dapat diperpanjang selama-lamanya.

“Jika tahanan Gijzeling ini tidak membayar sampai lunas, maka proses penyanderaan ini akan diperpanjang enam bulan lagi, sampai pelaku penunggak pajak ini melunasi hutang-hutangnya,” pungkasnya.

(Viky/Faisal)

Related Posts