89 Desa di Kapuas Hulu Masih “Gelap Gulita”

Dusun Pengayang Harapkan Jaringan Listrik PLN

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Fasilitas listrik belum merata di Kabupaten Kapuas Hulu. Hal tersebut dipengaruhi faktor geografis daerah yang berbukitan dan terbagi oleh sungai dan danau, sehingga membatasi jaringan PLN yang masuk ke daerah-daerah.

Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sendiri telah berupaya memenuhi kelistrikan di beberapa daerah terisolir dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Makro Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), namun keterbatasan dana membuat pembangunan kedua jenis pembangkit listrik tersebut belum merata. Alhasil, masih ada 89 desa di Kapuas Hulu yang belum menikmati listrik.

Seketaris Dinas Pertambangan dan Energi Kapuas Hulu, Johadi mengatakan, dari 282 desa yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu hanya 89 desa yang belum terbangun listrik. Sisanya sudah terpenuhi semua.

“Daerah yang belum ada fasilitas listrik ini kebanyakan daerah perhuluan, danau dan sepanjang jalur sungai kapuas,” tuturnya, Rabu (23/11).

Khusus untuk daerah danau, kata Johadi, jaringan listrik PLN tidak memungkinkan bisa masuk. Oleh sebab itu solusi yang sedang diupayakan untuk mengatasi permasalahan tersebut ada dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Sekarang ini untuk rasio elektrifikasi desa berlistrik di Kapuas Hulu sudah mencapai 60 persen lebih,”katanya

Menurut Johadi, listrik telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Tidak adanya listrik akan menghambat perkembangan masyarakat dari berbagai sektor, mulai dari perekonomian, pendidikan, kesehatan dan informasi, sehingga lokasi tanpa listrik tersebut menjadi daerah terisolir dan tertinggal.

“Selama ini pemerintah ¬†terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan listrik sampai ke daerah pelosok, hanya saja anggaran daerah juga terbatas. Kita berharap kedepan ada perhatian lebih dari pemerintah untuk Kapuas Hulu, apalagi ini kawasan perbatasan RI-Malaysia,” tutupnya.

(yohanes/dd)

 

Related Posts