Pelaku Pengrusakan di Kantor KPU Singkawang Diseret ke Polda Kalbar

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Dua tersangka pengrusakan meja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Singkawang dan Rumah Makan Sandi, dan tenda penjualan HP dengan inisial Kris (33) dan UN (42) kemarin (23/11) malam berhasil ditangkap ditempat yang berbeda dan keduanya diamankan di Markas Polda Kalbar.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Drs. Suhadi menjelaskan penangkapan pelaku pengrusakan kantor KPU itu berawal dari adanya unjuk rasa di kantor KPUD Singkawang pada hari Selasa (22/11) yang dilakukan oleh 50 orang simpatisan pendukung pasangan calon Moses Ahie-Amir Fatah (MAAF), terkait tidak lolosnya pencalonan pasangan itu yang mana ketika ketua KPUD kota Singkawang Ramdan menerima Kristianus selaku perwakilan.

“Terkait unjuk rasa di ruangan Ketua KPUD Kota Singkawang, pada saat pertemuan tersebut Kris memaksa agar pasangan bakal calon MAAF diloloskan menjadi pasangan calon Wali dan Wakil Walikota  Singkawang,” kata Suhadi melalui pesan singkatnya, Jumat (25/11) malam.

Namun kata Suhadi, ketika saat itu permintaan Kris ditolak dengan penjelasan dan alasan penolakan tersebut, setelah mendengar penolakan tersebut Kris mengancam Ketua KPUD dengan berteriak-teriak mengatakan PPS menekan pemilih MAAF, untuk tidak hadir dan yang bersangkutan juga mengancam dalam waktu dekat Singkawang tidak aman.

“Kemudian Kris langsung membanting meja tamu di ruangan Ketua KPUD Kota Singkawang yang membuat kaca meja pecah, mendengar teriakan Kris dan suara pecahan kaca meja, para pengunjuk rasa lainnya yang menunggu diluar langsung melakukan pelemparan dengan menggunakan batu yang mengakibatkan kaca kantor KPUD Kota Singkawang itu pecah, setelah itu mereka melanjutkan orasi ke kantor Panwaslu,” jelasnya.

Setelah selesai melakukan orasi di Panwaslu, sambungnya beberapa orang pengunjuk rasa menuju ke pasar, dan terjadilah pengrusakkan terhadap tugu patung Naga, pengrusakaan terhadap kaca etalase rumah makan Sandi di jalan Stasiun, kelurahan Pasiran, dan pengrusakan terhadap counter penjualan HP yang diduga dilakukan oleh tim simpatisan pendukung bakal pasangan itu.

Atas kejadian tersebut pemilik rumah makan SANDI yakni Juliandi alias Andi membuat laporan ke Mapolres Singkawang, disamping hal tersebut Komisioner KPUD Kota Singkawang Solling juga melaporkan kejadian itu.

Berdasarkan Laporan itu, tim Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Singkawang melakukan penyelidikan atas terjadinya peristiwa pengrusakkan tersebut.

“Berdasarkan dari hasil penyelidikan diketahui pelaku pengrusakan di dalam ruang kantor Ketua KPUD Kota Singkawang adalah Kris dan pengrusakkan rumah makan Sandi adalah UN.

Akhirnya setelah melakukan profiling tersangka, selanjutnya tim gabungan Sat Reskrim Polres singkawang bersama  gabungan Ditreskrimum Polda Kalbar melakukan pencarian keberadaan pelaku Kris, dan didapatkan informasi pelaku sedang berada dirumahnya di jalan Jenderal Sudirman, kecamatan Singkawang Tengah.

“Tim gabungan Sat Reskrim Polres Singkawang bersama anggota Ditreskrimum Polda Kalbar yang saat itu dipimpin oleh Dir Reskimum Polda Kalbar Kombes Pol Krisnandi, Rabu (23/11) telah melakukan penangkapan terhadap tersangka Kris yang pada saat penangkapan sedang besembunyi didalam rumahnya,” kata Suhadi.

Selanjutnya pelaku Kris diamankan ke Mapolda Kalbar untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut, sedangkan dalam pengejaran tim gabungan juga menangkap UN yang sangat itu sedang berada di sebuah warung di jalan Raya Pasi, kecamatan Singkawang Selatan.

“Pada hari Kamis, (24/11) tanggal 24 Nopember 2016 di bawa ke Mapolres Singkawang untuk dilakukan proses penyidikan terkait peristiwa pengrusakan kaca etalase rumah makan Sandi,” pungkasnya.

(Maulidi/Faisal)

Related Posts