Untan Garap KHDTK di Tiga Kabupaten di Kalbar

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Universitas Tanjungpura bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berencana untuk pembuatan Pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) ditiga kabupaten yaitu Landak, Mempawah, dan Kabupaten Kubu Raya dengan total luas kawasan 19.662 Ha yang diberi nama Hutan Pendidikan dan Latihan Universitas Tanjungpura.

Kerjasama ini meliputi pemerintah provinsi Kalbar, NGO nasional dan internasional, lembaga pemerintah dan Perguruan Tinggi nasional dan internasional.

Universitas Tanjungpura dalam kapasitasnya sebagai penyelenggaran pendidikan tinggi yang tentunya memerlukan sarana pembelajaran, dan latihan dalam mengimplementasikan dan pengembangan ilmu pengetahuan secara komprehensif dan kompetitif.

Dengan adanya KHDTK hutan pendidikan dan latihan ini nantinya dapat memberikan suatu wadah pendidikan, latihan, praktek dan penelitian bagi mahasiwa, dosen, dan lembaga lainnya.

Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Dr. Gusti Hardiansyah mengatakan hutan pendidikan, dan latihan ini merupakan kerjasama antar pemerintah, dengan Universitas Tanjungpura, khususnya Fakultas Kehutanan menjadi leading sector dalam pengelolaannya.

“Kawasan hutan produksi yang diamanahkan ke Untan dengan leading sector pengelolanya adalah Fakutas Kehutanan, nantinya secretariat Hutan Pendidikan dan latihan ini juga berada di Fakultas Kehutanan,” ungkapnya, Kamis (24/11).

Hadirnya hutan pendidikan ini diharapkan juga selain dapat membawa manfaat positif terhadap kualitas sarjana, serta dapat berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat.

Kawasan hutan pendidikan ini nantinya, kata Hardiansyah memiliki berbagai potensi yang dapat di manfaatkan seperti, sumber plasma nutfah untuk jenis-jenis vegetasi tipe hutan hujan tropis, hutan rawa, hutan gambut, hutan kerangas.

“Selain itu juga berfungsi sebagai bahan baku obat-obatan (tanaman obat), tanaman hias, budidaya jamur, budidaya lebah, penangkaran satwa liar (aves, mamaliam reptile herpetofauna) atau budidaya hijauan makanan ternak, dan juga sebagai areal budidaya agroforestry dan sebagai kawasan pelestarian gambut dan tembawang,” pungkasnya.

(Matilda/Faisal)

Related Posts