Israel Padamkan Kebakaran di Haifa tapi Masih Ada Belasan Titik Api

Thetanjungpuratimes.com – Israel berhasil memadamkan api yang menghanguskan kota terbesar ketiga Haifa dan memaksa puluhan ribu orang mengungsi, tapi masih harus berjuang keras memadamkan lebih dari selusin titik api lain yang menyebar di hampir separuh negeri.

Lebih dari 60 ribu warga Israel mulai kembali ke rumah masing-masing pada Jumat (25/11) untuk menilai kerusakan yang terjadi sementara petugas kepolisian dan tim pemadam kebakaran masih berjaga-jaga di Haifa karena khawatir api kembali berkobar karena cuaca kering dan angin kencang.

Meski tak ada korban jiwa dan luka serius, puluhan orang harus menjalani perawatan karena terlalu banyak menghirup asap. Ratusan rumah hangus dan pemerintah Israel sampai harus menerjunkan tentara cadangan, sebuah tindakan yang langka, untuk membantu tim pemadam kebakaran dan polisi memadamkan api yang sudah berkobar sejak Selasa.

Beberapa negara seperti Siprus, Yunani, Kroasia, Rusia, Italia dan Turki bahkan tim pemadam kebakaran Palestina membantu Israel dalam memadamkan kebakaran hutan terburuk sejak 2010 yang saat itu menewaskan 44 orang.

Boeing 747-400 Supertanker, pesawat pemadam kebakaran terbesar di dunia yang mampu membawa 75 ton , dijadwalkan tiba pada Jumat kemarin untuk membantu upaya pemadaman.

Juru bicara polisi, Micky Rosenfeld, mengatakan sebuah desa kecil di hutan dekat Yerusalem harus dievakuasi pada malam hari ketika beberapa rumah terbakar.

Pada Jumat malam, api yang cukup besar semakin mendekati desa Nataf di pinggiran Yerusalem hingga memaksa otoritas mengevakuasi seluruh warganya.

Hingga saat ini, polisi Israel menangkap 13 orang yang dicurigai sebagai dalang kebakaran hutan, yang diklaim Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai tindakan “terorisme”.

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, Israel mengeksploitasi kebakaran hutan untuk menuduh warga Palestina.

(Rimanews/Faisal)

Related Posts