Hingga Akhir November Tunjangan Profesi Guru Non Sertifikasi Belum Cair

Kayong Utara, thetanjungpuratimes.com – Ketua PGRI Kayong Utara, Dahlan Zainuddin menjelaskan tunjangan bagi profesi guru yang belum bersertifikasi sebesar 250 ribu per-bulan hingga memasuki akhir November ini belum terbayarkan.

“Hal ini disebabkan adanya sedikit kendala, yang hal tersebut sudah dilakukan konsiliasi pada akhir tahun 2015 yang lalu,” ungkapnya disela-sela peringatan HUT KORPRI dan HUT PGRI, di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Selasa ( 29/11).

Sehingga, katanya pada tahap berikutnya, pada bulan Mei, ikut kembali untuk melakukan rekonsiliasi yang pada saat itu disampaikan kembali perihal tunjangan tersebut, yang disertai surat permintaan dari Bupati Kayong Utara untuk tunjangan tersebut dapat ditransfer ke daerah.

“Oleh karena itulah, pada bulan Oktober, kalau tidak salah, kita ketemu lagi, yang merupakan Rekonsiliasi tahap kedua. Dan ditanyakan kembali, oleh Dinas, dan dijawab pihak Kementerian Keuangan dan kementerian Pendidikan akan ditransfer pada bulan Desember ini,” katanya.

Untuk Tunjangan Non Sertifikasi Guru, Dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, pihak PGRI mendapatkan informasi bahwa tunjangan tersebut akan ditransfer dari Kementerian Keuangan, dan Kementerian Pendidikan pada Desember 2016 ini.

“Oleh karena itu, kita sebagai organisasi PGRI tetap mengimbau kepada semua rekan-rekan PGRI untuk tetap bersabar, karena Dinas Pendidikan dalam hal ini pemerintah, sudah berusaha untuk memintakan tunjangan tersebut yang kemarin memang dalam pendataannya, mengalami keterlambatan. Hal ini diakibat undangannya terlambat sampai, atau terlambat diterima,” terangnya.

Diharapkan, sebut Dahlan, hal ini bisa segera terlaksana, dan pihak PGRI juga sudah menjelaskan kepada semua guru, bahwa PGRI sudah berkoordinasi dengan Disdik KKU.

“Berdasarkan informasi yang telah disampaikan PGRI kepada para guru, mereka tetap sabar menunggu. Selain itu, PGRI juga sudah mengedarkan surat terkait persoalan ini,” sebutnya.

Sementara itu, ketua Pemerhati Pendidikan dan Kesehatan Kabupaten Kayong Utara, M. Ridwan berharap, agar guru-guru non sertifikasi yang belum mendapatkan pencairan tunjangan bisa bersabar.

Diakuinya Jika hanya mengandalkan gaji yang selama ini terima, tentulah belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan sehari-hari, sehingga dengan adanya tunjangan non sertifikasi, bisa menjadi tambahan pemasukan bagi kebutuhan guru-guru.

Selain itu Dinas Pendidikan KKU, yang mana proses pencairannya tentu sudah melalui proses administrasi yang benar.

“Kami selaku pemerhati pendidikan dan kesehatan Kayong Utara, mengharapkan adanya kebijakan-kebijakan dari Dinas Pendidikan agar proses yang dilakukan, dan jika ada kesalahan data, bisa dipercepat pencairannya. Hal ini agar para guru bisa menerima penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhannya,” terangnya.

Menurutnya, kekeliruan ini mungkin masih pada tahap kewajaran, karena sebagai manusia biasa tentulah memiliki kekurangan dan kekeliruan, atau juga karena faktor kurang ketelitian dalam mengolah data.

“Mudah-mudahan kedepannya harus lebih baik daripada sekarang,” harapnya.

(Rizal/Faisal)

Related Posts