Lima WNA di Sambas Terbukti Langgar Izin Tinggal

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Kepala kantor Imigrasi Kelas II Sambas, Uray Avian mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap lima Warga Negara Asing (WNA) yang ditemukan di area pertambangan ilegal atau pertambangan tanpa izin (PETI) di Desa Madak Kecamatan Subah.

Dikatakan kelima orang tersebut masih tahan di rumah Detensi Imigrasi Sambas, sambil menunggu proses lebih lanjut.

“Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap kelimanya sudah selesai,” kata Uray Avian, Kamis (1/12).

Hasil dari pemeriksaan, pihak imigrasi mengakui adanya pelanggaran atas keberadaan lima WNA dari Tiongkok tersebut.

“Kita temukan adanya pelanggaran Izin Tinggal,” katanya.

Atas temuan pelanggaran ini. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Imigrasi Pontianak.

“Kita sudah menyurati Kanwil untuk petunjuk lebih lanjut atas temuan ini,” katanya.

Diketahui lima warga negara Tiongkok berada di desa Madak kecamatan Subah, bertujuan melakukan penambangan emas tanpa izin di atas lahan salah satu warga desa Madak.

Keberadaan warga negara asing ini diketahui, setelah Satpol PP melakukan monitoring lahan yang digunakan untuk pertambangan emas tanpa izin.

Kemudian, kelima orang tersebut diamankan sesuai kewenangan dari kantor Imigrasi.

(Gindra/dd)

Related Posts