Pelatihan Metode Pembelajaran SCL di Fakultas MIPA Untan

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Menyikapi era keterbukaan dan persaingan dalam pendidikan tinggi yang semakin mengglobal, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura terus berbenah diri untuk meningkatkan kualitas sistem pembelajaran, tenaga pengajar dan  profil lulusan yang dimilikinya.  Terkait dengan hal tersebut, selama dua hari penuh pada tanggal 29-30 Nopember 2016 bertempat di gedung FMIPA Universitas Tanjungpura diselenggarakan pelatihan metode pembelajaran Student Centered Learning (SCL) in Higher Education (Pembelajaran Berpusat Siswa pada Pendidikan Tinggi) yang diperuntukkan bagi seluruh dosen FMIPA. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang latar belakang, konsep dan teknis metode SCL dalam proses pembelajaran yang  pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar secara keseluruhan.

Narasumber pada kegiatan ini adalah Ibu Dr. Susi Fitri, M.Si., Kons. dari Universitas Negeri Jakarta. Pemateri bukan saja merupakan sosok yang sangat berkompeten dalam bidangnya karena telah melakukan dan memiliki pengalaman menjadi instruktur pelatihan di bidang sejenis. Selain itu, narasumber juga berpengalaman sebagai fasilitator bimbingan konseling  terintegrasi, kewarganegaraan dan pembelajaran perguruan tinggi selama 5 tahun di program DBE2-USAID. Penerapan SCL sendiri sudah dilakukan oleh narasumber selama 10 tahun dari pengalaman 18 tahun mengajar, sehingga bagaimana pola yang mungkin diterapkan dan tantangan yang dihadapai dalam metode SCL dapat dijelaskan dengan sangat baik.

Ketua panitia kegiatan, Dr. Anis Shofiyani menyatakan, bahwa kegiatan ini akan memberikan informasi yang sangat berharga sehingga dosen memiliki teknik belajar yang kreatif,  konstruktif  dan produktif, sehingga pada akhirnya akan mencerdaskan mahasiswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diinginkan. Melalui SCL, paradigma proses pembelajaran  yang sebelumnya berfokus kepada dosen (dengan mengedepankan metode ceramah pada proses belajar mengajar) akan digantikan dengan proses pembelajaran yang berfokus pada mahasiswa. Proses pembelajaran berfokus pada dosen lebih menitikberatkan pada materi perkuliahan sehingga mahasiswa sebagai subjek dan objek pengajaran dirasa kurang berkembang kemampuan hard and soft skill-nya.

Pelatihan ini memuat metode pembelajaran SCL, dimana mahasiswa dipertimbangkan secara utuh sebagai manusia yang memiliki emosi,  karakter, keterampilan dan kemampuan yang berbeda. Proses belajar mengajar didesain sedemikian rupa agar seluruh mahasiswa terlibat secara aktif, bukan hanya didominasi oleh yang pintar dan berani bicara. Dalam metode SCL, kemampuan mahasiswa dalam proses SCL ini akan tergali ketika dosen mampu mengembangkan keterampilan belajar mahasiswa. Keterampilan belajar tersebut meliputi keterampilan ‘membaca’, menjelaskan dan menulis. Dengan mengembangkan keterampilan belajar yang dimiliki, proses pembelajaran dapat berjalan baik sehingga indikator kesuksesan tercapai. Metode SCL menuntut keterlibatan aktif seluruh mahasiswa sehingga tidak akan dijumpai lagi mahasiswa yang bosan, apalagi mengantuk dalam kelas. Kemampuan mahasiswa dalam ‘asosiasi’, yaitu mengolah sederet informasi dan merangkainya menjadi satu pemahaman yang utuh, semakin meningkat. Selain itu, keberanian alias percaya diri dalam berkomunikasi di depan orang banyak juga semakin terasah.

Dekan FMIPA UNTAN, Bapak Dadan Kusnandar, Ph. D. menambahkan bahwa pelatihan ini banyak memberikan manfaat bagi seluruh dosen FMIPA dimana dosen dapat menerapkan hasil pelatihan ini langsung pada proses belajar mengajar, sehingga kualitas lulusan mahasiswa MIPA meningkat karena telah terbekali kemampuan membaca, berkomunikasi dan menulis yang baik. Support penuh diberikan oleh Wakil Dekan I, Bapak Dr. M. Agus Wibowo dan Wakil Dekan Dekan II, Bapak Ishak Jumarang, M.Si., sehingga kegiatan pelatihan berlangsung dengan lancar, dinamis namun penuh suasana keakraban. Pimpinan Fakultas MIPA berharap hasil pelatihan ini dapat diaplikasikan dan dievaluasi keberlanjutannya. Proses transisi ini tentu memerlukan waktu untuk adaptasi, namun demikian beliau yakin dosen dan mahasiswa FMIPA mampu melaksanakannya menuju perubahan ke arah yang lebih baik.

(R/Faisal)

 

 

Related Posts