Jika Terbukti, Chong Chee Kok Mesti Dihukum Berat

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Penangkapan Chong Chee Kok, Warga Negara Malaysia yang membawa lebih dari 31 Kg sabu dan lebih  dari seribuan butir ekstasi, oleh petugas Bea Cukai Nanga Badau, Yonif Para Raider 502/UY dan Polsek Badau menuai berbagai reaksi.

Anggota DPRD Kapuas Hulu, Antonius Thambun SH mengatakan upaya penyelundupan sekala besar tersebut dapat menjadi ancaman bagi Kapuas Hulu dan Indonesia. Untuk itu, menurut dia, jika terbukti bersalah maka WNA tersebut harus dihukum berat.

“Puluhan kilo sabu dan seribu lebih ekstasi itu akan menghancurkan banyak orang, jika terbukti dia (Chong) harus dihukum berat, supaya yang lain jera. Enak saja orang luar mau ngerusak negara kita ini,” tegasnya, Jumat (2/12).

Pria yang keseharian disapa Unen ini menegaskan, narkoba sudah menjadi senjata pihak luar untuk mengganggu stabilitas NKRI. Meyasar pada generasi mudah yang sedang produktif-produktifnya, sehingga kelak tidak bisa ikut membangun bangsa dengan baik.

“Wajar saja presiden tetapkan darurat narkoba, memang semakin memperihatinkan. Kapuas Hulu sejauh ini aman, tapi sudah mulai diincar oleh bandar besar seperti yang dibawa Chong ini. Maka dari itu kita semua harus hati-hati dan memperketat pengawasan,” ujar dewan termuda di DPRD Kapuas Hulu ini.

Unen menuturkan apresiasinya kepada tim petugas di PPLBN Nanga Badau. Dia berharap penjagaan pintu batas tetap ketat.

“Supaya pelaku seperti Chong ini bisa tertangkap,” ungkapnya.

Mengulas lebih jauh tentang aktifitas Chong di Kapuas Hulu. Dari catatan ke Imigrasian, pada tahun 2016 ini Chong sudah tujuh kali masuk wilayah Kapuas Hulu melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Badau.

Chong masuk wilayah Indonesia, Kabupaten Kapuas Hulu pada tanggal 9 Juni, 22 Juni, 15 September, 29 September, 17 Oktober, 7 November dan 30 November.

Setiap kedetangan, hanya satu dua hari dia berada diwilayah Indonesia, kemudian dia kembali lagi ke negaranya. Misalnya di masuk tanggal 9 Juni, ia kembali kenegaranya pada tanggal 11 Juni dan ia masuk lagi tanggal 22 Juni.

“Dia (Chong) rutin masuk wilayah Indonesia melalui PLBN Badau. Hanya dia masuk menggunakan dokumen resmi,” kata Kepala Imigrasi Kelas III Kapuas Hulu, Ade Rahmad. Untuk catatan keluar Chong (keberangkatan) pada tanggal 11 Juni, 23 Juni, 16 September, 30 September, 18 Oktober dan 9 November 2016. “Chong tak pernah lama berada di wilayah Indonesia, satu dua hari saja,” kata Ade.

Sementara itu Kepala Lantor KPPBC Tipe Pratama Nanga Badau, Indra Mustika Wiratama mengklarifikasi jumlah sabu yang ditahan tim gabungan (TNI, Polri dan Bea Cukai) di PLBN Badau.

“Ada koreksi sedikit jumlahnya temuan. Bukan 19,79 Kg tapi 31 kg 628 gram. Begitu juga pil yang diduga ekstasi, jumlahnya bukan 1.995 butir, tapi 1.988,” terang Indra via telpon.

Indra juga mengulas kronologis penangkapan Chong. Kata dia, tersangka ditangkap pada Rabu (30/11) pukul 11.30 WIB dengan membawa kenderaan pribadi dari malaysia ke PLBN Nanga Badau.

Kemudian, tersangka melakukan kegiatan proses imigrasi, setelah itu dia lalu menuju loket perhubungan, minta dokumen perijinan kenderaan agar bisa masuk wilayah Indonesia, Kalbar.

Tersangka membawa dokumen dari perhubungan ke bea dan cukai, petugas bea cukai yang berjaga mencurigai tingkah laku tersangka dan meminta agar dilakukan pemeriksaan terhadap kenderaan yang dibawa oleh tersangka.

“Petugas bea cukai melakukan pemeriksaan kenderaan Chong dengan mengajak petugas polsek dan Pamtas Yonif Para Raider 502/Ujwala Yuhda Devisi 2 Kostrad,” kata dia.

Indra mengatakan, pada saat pemeriksaan ditemukan tiga buah kotak di bagasi belakang, kemudian dilakukan pemeriksaan pada kotak tersebut terdapat bungkusan hitam, di dalamnya ada bungkusan aluminium foil berisikan barang berupa garam kasar berwarna putih agak gelap, dicurigai sebagai narkoba jenis sabu-sabu. Kemudian itu dilaporkan kepada koordinator lapangan pegawai Bea Cukai.

“Kami putuskan untuk dibawa ke kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai Nanga Badau,” kata Indra.

Sesampainya di kantor dilakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap kenderaan, ditemukan lagi satu bungkus aluminium foil berupa pil coklat berbentuk bunga.

“Sabu-sabu atau metafitamin beratnya 31 kg 628 gram kotor dan 1.988 butir diduga sebagai amfetamin,” paparnya.

(Yohanes/Faisal)

 

Related Posts