Pelaku UKM Jangan Ragu Pinjam Uang Bank

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Wali Kota Pontianak Sutarmidji meminta kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk tidak ragu mengakses perbankan dalam memperoleh pinjaman modal usaha.

Hal tersebut diucapkannya ketika diwawancari oleh awak media usai membukaan Gebyar UMKM yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kota Pontianak di halaman Kantor Terpadu Jalan Alianyang, Sabtu (3/12).

“Pada tahun 2017 mendatang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bunganya hanya tujuh persen. Dengan bunga KUR tujuh persen itu menurutnya sangat ideal bagi pelaku UMKM untuk memperoleh pinjaman dalam menjalankan usahanya.

Menurutnya, dengan bunga sembilan persen saja dirinya masih berani untuk meminjam. Bahkan, kalau memang usaha itu memiliki prospek yang bagus.

“Dua belas persen saya masih berani ambil. Jadi ada hitung-hitungannya. Kalau misalnya kita bergerak di bidang UMKM, dengan dua belas persen bunga, produk yang dijual bisa tahan hingga enam bulan, berapa yang bisa diperoleh dari penjualan produk itu,” jelasnya.

Sementara itu, Beni, salah seorang Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) meminta kepada Pemerintah Kota Pontianak agar lebih aktif lagi mempromosikan produknya ke luar daerah.

“Kita minta untuk pemerintah lebih aktif lagi mempromosikan produk kita ke luar daerah karena selama ini konsumen kita masih di sekitaran Kota Pontianak saja,” katanya ketika diwawancarai awak media, saat Gebyar UMKM 2016 yang digelar di halaman Kantor Terpadu Jalan Alianyang, Pontianak, Sabtu (3/12).

Namun demikian, diakuinya peran pemerintah akhir-akhir ini sudah sangat membantu dirinya dalam usaha yang digelutinya selama ini.

“Untuk tahun ini memang dorongan pemerintah itu sangat luar biasa, dimana mereka seringkali mengadakan kegiatan seperti ini. Karena dengan kegiatan ini secara langsung mempromosikan usaha kami ini,” akunya.

Terkait akses permodalan, dirinya pun mengakui tidak ada kendala akan masalah tersebut.

“Saat ini juga kami pelaku UMKM dipermudah dalam mengakses pinjaman, asalkan syarat-syarat lengkap aja maka urusan mudah,” ucap Beni yang menjadikan panganan aloevera dan talas sebagai produk unggulannya tersebut.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa usahanya tersebut masih lancar dan tidak ada pengaruh terhadap produksi maupun penjualan. ia juga mengaku selama ini bekerja sama dengan para petani aloevera dan talas, sehingga bahan bakunya mudah didapatkan.

Maksud dan tujuan kerjasama selain memastikan ketersedian barang baku, Beni mengaku juga sebagai pembinaan bagi para petani yang ada.

(Agustiandi/Faisal)

Related Posts