Pelayanan Terpadu TKI Sambas Dimulai 2017

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Sambas, Agus Supardan mengungkapkan persiapan pembentukan Lembaga Terpadu Satu Pintu (LTSP) TKI masih dalam proses, dan lembaga tersebut direncanakan mulai beroperasi awal 2017.

“Dengan adanya lembaga itu nanti kami harapkan agar masyarakat betul-betul memanfaatkannya, seperti informasi, pemberian pelayanan akan dipermudah karena pelayanan itu berada dalam satu tempat,” katanya, Kamis (8/12).

Menurutnya, dikantor itu masyarakat tentunya tentu tidak akan menunggu lama, dikarenakan semua pelayanan tentang admistrasi untuk berangkat menjadi TKI.

Masyarakat Sambas, katanya jika ingin menjadi TKI sebaiknya melalui jalur resmi. Selain aman untuk para pekerja, tentu juga membuat tenang bagi keluarga yang ditinggalkan. Jika berangkat melalui jalur yang tidak resmi atau ilegal, resiko yang menimpa masyarakat ditanggung sendiri.

“Bagi masyarakat yang ingin menjadi TKI sekarang lebih mudah dalam urusan administrasi, jika masih berangkat melalui jalur ilegal dan dalam perjalanannya ada masalah, misalnya ditangkap oleh kepolisian di Malaysia dan masuk penjara tentu ini menjadi masalah, Kami tidak menginginkan seperti itu,” kata Agus.

Dikatakan untuk menunjang agar pembentukan LTSP TKI, pertengahan Desember peralatan akan dikirimkan oleh pemerintah pusat melalui deputi Perlindungan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

“Pertengahan Desember, BNP2TKI akan mengirimkan peralatan penunjang seperti komputer, akses komputer, alat pelatihan pelayanan. Dengan alat tersebut LTSP TKI bisa mengeluarkan pasport sendiri tidak lagi menginduk dari imigrasi, namun tenaga kerjanya juga dari imigrasi,” katanya.

Untuk kesiapan gedung yang merupakan tanggung jawab daerah kabupaten Sambas, telah menyiapkan gedung sementara bekas tempat pelatihan menjahit dikantor BPMPT (Badan pelayanan modal dan pelayanan terpadu).

“Menurut pihak BNP2TKI untuk gedung semntara yang kita siapkan, telah memenuhi standar tinggal perlu direnovasi sedikit,” kata Agus Supardan.

(Gindra/Faisal)

Related Posts