Hukum Belum Jadi Panglima, Sebab ISIS Berkembang di Indonesia

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Anggota Komisi I DPR DPR RI, Ahmad Dimiyati Natakusuma mengatakan, munculnya kelompok ISIS di Indonesia karena tidak hadirnya negara (negara) dalam penegakan hukum. Hukum yang seharusnya dijadikan panglima, namun tidak ditegakkan secara benar dan adil.

“Kalau state tidak jadikan hukum sebagai panglima, ya itu akan terjadi. Kalau hukum sudah jadi panglima ya tegakkan, negara harus ada di tengah tidak boleh ke kanan ke kiri, harus adil, keadilan itu yang harus dijunjung,” katanya.

Kelompok teror ISIS yang berbasis di Timur Tengah, dikabarkan tengan membangun kekuatan di wilayah Asia Tenggara. Bahkan kelompok-kelompok kecil disinyalir ada di Indonesia dan disebut telah berkamuflase di kelompok Ormas yang ada di tanah air.

Selain hukum yang tidak ditegakkan secara benar dan adil, kemunculan kelompok radikal itu juga mudah berkembang karena Indonesia merupakan negara mayoritas Islam.

“Ada lah, sudah ada di negara-negara yang ada Islamnya mungkin saja benih-benih itu (kelompok radikal) tumbuh, bukan tidak ada. Apalagi Indonesia ini mayoritas muslim, ISIS itu kan muslim. Jadi kemungkinan-kemungkinan itu pasti ada,” kata politisi PPP itu.

Kelompok ISIS saat ini tengah membangun basis (kekuatan) di Filipina Selatan. Kata Dimyati, hal itu dikarenakan Filipina juga berkemungkinan tidak melaksanakan hukum seperti Indonesia.

“Maka, Indonesia antisipasinya harus melakukan reformasi hukum, penegakan hukum yang betul-betul sesuai dengan hukum yang ada atau konstitusi,” jelas dia.

Misalnya, kata Dimiyati, sebuah produk hukum ya harus dihormati dimana hukum sebagai panglima jangan diabaikan. Karena jika dibiarkan apalagi negara membiarkan hukum di bumi Indonesia, itu akan muncul ISIS-ISIS baru.

“Kalau itu dibiarkan apalagi negara misalnya membiarkan hukum di bumi Indonesia, ya membuat ISIS-ISIS baru atau akan tumbuh degradasi hukum atau residivis-residivis baru,” tandasnya.

(Rimanews/Faisal)

Related Posts