Baru 40 Persen Guru PNS di Pontianak yang Bikin KTI

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Pendidik Diknas Pontianak, Burhansyah mengatakan dari total 3 ribu lebih guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Pontianak, baru 40 persen yang menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI).

“Sebenarnya UU guru itu menghendaki bahwa guru harus meningkat profesionalitasnya dengan menulis. Guru harus lebih pintar dari murid. Indikatornya dari banyaknya membaca, kemudian dari pengalaman mengajarnya dia buat makalah, apa kendalanya, lalu pemecahan bagaimana, dia buat dalam karya tulis,” terang, Selasa (13/12).

Menurut Burhansyah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2015 tentang Guru dan Dosen, salah satu syarat untuk naik pangkat adalah KTI tersebut.

“Rendahnya jumlah guru yang menulis KTI, salah satunya dikarenakan usia mereka yang sudah mencapai 50 an, dan jumlahya sekitar 50 persen dari jumlah total, sudah hampir pension,” ungkapnya.

Diakuinya Dinas Pendidikan Pontianak rutin memberikan pelatihan menulis KTI pada para guru. Pengajarnya dari kalangan akademisi Untan. Pelatihan tiap tahun digelar mulai 2011 lalu. Jumlah guru yang sudah mengikuti pelatihan diperkirakan sudah mencapai 1.000 orang.

Burhansyah yakin guru-guru di Kota Pontianak bisa meningkatkan profesionalismenya. Apalagi Kadisdik Pontianak kerap memberi reward bukan hanya untuk penulisan KTI, tapi juga guru yang rajin menulis di media massa. Di samping itu, banyak juga guru muda yang menjuarai lomba Karya Tulis Ilmiah sampai ke tingkat nasional.

“Kemampuan guru kita bervariasi, kalau yang muda-muda saya yakin mampu. Syarat jumlah karya tulis tiap golongan juga berbeda. Tapi mungkin kebiasaan menulis guru kita belum dibentuk sejak kuliah,” pungkasnya.

(Agustiandi/dd)

Related Posts