Wacana Naiknya Tarif Parkir Harus Sejalan dengan Kualitas Pelayanan

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Wakil DPRD Kota Pontianak, Firdaus Zarin mengatakan kenaikan tarif parkir yang diwacanakan pemerintah, harus sebanding dengan pelayanan yang diberikan.

Menurutnya masyarakat pasti akan mempertanyakan alasan pemerintah jika tarif parkir tersebut dinaikan. Selain pelayanan, karcis parkir juga harus disiapkan dan benar-benar diberikan kepada masyarakat sebagai penerima jasa pelayanan parkir, agar jelas uang tersebut masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kenaikan tarif parkir harus berbanding lurus dengan pelayanan, begitu kita sosialiasai, pasti masyarakat akan mempertayakan, kira-kira pelayanannya seperti apa, jangan sampai ada beberapa kejadian, misalnya kemarin pemukulan oleh jukir di Taman Alun Kepuas, mungkin itu terjadi karena tidak jelas, motor itu berapa, mobil berapa,” paparnya, di Pontianak, Rabu (14/12).

Firdaus menyebutkan, atas wacana Pemkot Pontianak untuk menaikkan tarif parkir motor menjadi Rp2 ribu dan Mobil menjadi Rp4 ribu, pihaknya selaku pengawas pemerintah, tentu akan memanggil pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) untuk meminta penjelasan, sebelum dijadikan sebuah Peraturan daerah (Perda).

“Ini akan kita kaji, kita akan panggil kepala dinas perhubungan beserta staf untuk paling tidak menjelaskan , supaya penataannya semakin baik,” katanya.

Lebih jauh Firdaus menuturkan, pelayanan parkir dan jumlah PAD yang bersumber dari retribusi parkir dinilai belum optimal. Kenaikan jumlah retribusi tidak terlalu signifikan, padahal di Kota Pontianak peningkatan jumlah kendaraan lumayan pesat.

“Pendapatan masih bisa ditingkatkan, dengan catatan, bagaimana menemukan angka kebocoran, artinya bisa saja karena jukirnya, bisa juga karena mekanismenya, atau prosedur, caranya, seharusnya trennya naik, kita lihat naiknya berapa , signifikan tidak?, karena semakin hari semakin banyak kendaran,” jelasnya.

Dirinya berharap jika pemerintah menginginkan kenaikan tarif, maka harus berbanding lurus dengan sarana prasarana, serta layanan dari pemerintah dan jukir yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sebagai penerima jasa layanan parkir.

“saya rasa orang tidak akan pelit ngasih dua ribu, apa bila pelayanan jelas dan baik, jukirnya dilatih bagaimana berperilaku sebagai seorang pelayan jukir, jangan misalnya udah orang mau pergi baru dikejar, padahal waktu datang tidak pernah diarahkan untuk merapikan kendaraan,” pungkasnya.

(Agustiandi/dd)

Related Posts