Legislator ini Pertanyakan SOP RSUD Sultan Syarif Muhammad Alkadri

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Anggota DPRD Kota Pontianak, Yandi, menganggap masalah pada RSUD Sultan Syarif Mohamad Al-Kadri terkait adanya pasien yang mengeluhkan pelayanan merupakan masalah komunikasi.

“Inikan masalah komunikasi yang tidak baik antar manajemen rumah sakit dan pasien. Coba ada komunikasi yang baik maka masalah ini tidak terjadi,” kata Yandi, Jumat (16/12).

Ia mengatakan, sebelumnya wali Kota mengakui petugas medis di sana telah melakukan pelayanan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Maka SOP yang seperti apa. Apakah pasien tersebut mengetahui SOP yang ada jika tidak disosialisasikan dengan baik.

“Saya pertanyakan juga standar SOP Wali Kota itu seperti apa sih. Kalau ada SOP-nya harus disosialisasikan dan dikomunikasikan agar semua orang bisa tahu, coba kalau orang tau SOP rumah sakit itu begitu, kan mereka jadi tahu kenapa dia tidak dilayani kenapa yang lain dilayani,” paparnya.

Kepada Pemerintahan, Yandi menyarankan agar dilakukan investigasi secara serius, jangan kesannya hanya mengaku telah melakukan investigasi dan banyak pembelaan.

“Kalau ada masyarakat yang mengeluhkan sesuatu,  buat Pak Midji itu, jangan langsung dibahas dengan apa-apa dulu, usahakan untuk investigasi dulu kelapangan, jangan hanya mendengar dari pegawainya dan jangan kebanyakan membela dirilah,” tegasnya.

Diakuinya ia juga mendapatkan pengalaman yang tidak nyaman dalam berusaha untuk berkomunikasi dengan Direktur RSUD tersebut.

“Saya juga sudah berkali-kali menelpon direktur yang terhormat itu, namun tidak pernah diangkat,” ucapnya kesal.

Dengan adanya keluhan dari pasien tersebut, seharusnya dapat dijadikan motivasi untuk memperbaiki layanan. Jangan selalu membela diri dan seakan tidak ada kesalahan.

“Selaku direktur RSUD juga harus bisa menyelesaikan masalah ini dengan mediasi, dan kalau tidak bisa melakukan mediasi dan komunikasi yang baik jangan jadi direktur,” tegasnya.

(Agustiandi/Faisal)

Related Posts