Menteri Jerman Tolak Kenakan Jilbab Saat Kunjungan ke Saudi

Thetanjungpuratimes.com – Menteri pertahanan Jerman menolak mengenakan jilbab ketika melakukan kunjungan ke Arab Saudi. Keputusannya tersebut mengundang kemarahan dari warga Saudi yang menganggapnya tidak menghormati budaya setempat.

Ursula von der Leyen dan jajarannya tidak memakai jilbab seperti yang diwajibkan bagi setiap wanita Saudi meski mengaku “menghormati” budaya lokal.

Keputusannya tersebut, saat melakukan pertemuan dengan wakil putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman al-Saud, mendapat tanggapan keras dari warga Saudi di Twitter, seperti dikutip dari Fox News hari ini.

“Menter pertahanan Jerman: ‘Tidak mengenakan jilbab di Saudi disengaja.’ Ini merupakan penghinaan bagi Arab Saudi,” tulis seorang pengguna dalam bahasa Arab.

Menurut harian Iran, Von der Leyen mengatakan: “Tak ada satupun wanita dalam delegasi saya yang diharuskan mengenakan abaya (busana longgar seperti jubah berlengan panjang yang biasa dipakai wanita Saudi). Hak berpakaian seseorang adalah hak bersama antara pria dan wanita.”

Berita ini muncul di tengah seruan Kanselir Jerman Angela Merkel untuk melarang penggunaan cadar. Dalam sebuah pertemuan partai pekan lalu, Merkel mendesak agar penggunaan burqa dan niqab dilarang di semua tempat yang memungkinkan.

“Aturannya adalah: Tunjukkan wajah Anda, itulah mengapa cadar tidak pantas (dikenakan di Jerman). Hal ini harus dilarang,” kata Merkel.

Partai Persatuan Demokrat Kristen (CDU), partai penguasa di Jerman yang mengusung Merkel, ingin melarang penggunaan cadar di pengadilan, sekolah dan universitas serta jalan raya dan selama pemeriksaan oleh polisi. Prancis sudah terlebih dahulu melarang penggunaan cadar di tempat umum sejak 2010. Siapapun yang melanggarnya dapat dikenakan denda sebesar 150 euro atau setara Rp 2,12 juta.

(Rimanews/Faisal)

Related Posts