BI Sebut Perekonomian Indonesia Dipengaruhi Dunia

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Dwi Suslamanto mengatakan perekonomian Indonesia sangat di pengaruhi oleh kondisi dunia, oleh karena itu Presiden Republik Indonesia Jokowi menginginkan agar perekonomian Indonesia tidak hanya berorientasi pada satu pasar dunia saja.

“Selama ini Indonesia lebih berorientasi pada pasar Amerika dan US dollar menjadi patokan kinerja ekonomi Indonesia, sehingga kondisi pasar Amerika sangat berpengaruh pada perekonomian Indonesia,” katanya.

Hhal tersebut, jelasnya yang ingin di ubah oleh Presiden Jokowi, karena selama ini sebenarnya Perekonomian Indonesia lebih banyak melakukan transaksi dan dipengaruhi Pasar Asia.

“Maunya Pak Presiden, kita harus berorientasi tidak hanya di pasar Amerika, kita sudah mulai mau interpensi pasar ke Cina, Rusia, Indian dan Jepang, sehingga ada statement Pak Presiden dollar nantinya tidak lagi jadi patokan kinerja Ekonomi Indonesia,” Ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan ketidakseimbangan dan ketergantungan kepada salah satu tempat tujuan ekspor juga tidak baik bagi perekonomian Indonesia, sehingga Bank Indonesia selalu menganjurkan kepada para pelaku ekonomi untuk mengekspor barangnya tidak hanya pada satu negara saja, sehingga ketika negara tersebut terjadi gejolak tidak akan menjatuhkan dan mempengaruhi bisnis dan perekonomian.

“Ekspor kita juga mayoritas masih di Cina, India dan juga Jepang ketergantungan kepada salah satu destinasi ekspor itu juga gak bagus, kami menganjurkan agar pelaku ekonomi itu menambah destinasi ekspor di beberapa negara, jika nantinya terjadi gejolak di suatu Negara tersebut maka tidak ikut menjatuhkan bisnis yang bersangkutan,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut sebenarnya pihak Bank Indonesia sudah sejak lama melakukan hal tersebut, yaitu tidak hanya berpatokan pada mata uang US Dollar, selama ini Bank Indonesia selalu mengacu pada keranjang mata uang yang memiliki komposisi bobot lebih tinggi.

“Sebetulnya sudah lama dilakukan, kalau BI mengacunya ke keranjang mata uang, komposisi bobotnya kemana ni ya ke situ arahnya kita,” ungkapnya.

(Matilda/Faisal)

Related Posts