Penyandang Disabilitas Kapuas Hulu Banyak Prestasi

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero menegaskan, penyandang disabelitas di Bumi Uncak Kapuas memiliki banyak prestasi, tidak hanya lokal bahkan sekala Nasional. Secara khusus, prestasi yang cukup baik ada pada bidang olahraga.

“Untuk penyandang disabilitas di Kapuas Hulu telah mendapatkan beberapa prestasi seperti penghargaan dalam lomba olahraga angkat besi, bulu tangkis, dan pendidikan,”terangnya dalam acara Pengukuhan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Penyadang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Kapuas Hulu Masa Bhakti 2015- 2020 di Gedung Graha Korpri Putussibau, Selasa (20/12).

Anton Pamero menuturkan, dari data yang ada, per november 2016 penyandang disabilitas yang terdata di Kapuas Hulu sebanyak 1.048 orang. Terdiridari cacat fisik 556 orang, tuna rungu 224 orang, tuna netra 130 orang dan cacat mental 138 orang. Dalam hal ini Pemerintah harus memperhatikan para penyandang disabilitas karena menyangkut hak -hak dasar manusia.

“Kedepan mereka yang memiliki potensi, harus kita berikan pekerjaan baik di SKPD maupun diperusahaan,” tegas Wabup.

Dia pun berharap, pengurus yang telah dikukuh tersebut agar menyusun program kerja dengan baik dan tepat sasaran, agar kedepan para penyandang disabilitas ini dapat diberdayakan.

“Nantinya melalui program mereka ini bisa mendapatkan pelatihan dan pembinaan dari Pemda,”terangnya.

Dari 14 Kabupaten/ Kota se- Kalbar, hanya satu kabupaten saja yang masih belum dilakukan Pengukuhan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Penyadang Disabilitas Indonesia (PPDI). Ketua PPDI Kalbar Jamhari mengatakan pengukuhan telah dilakukan di 13 kabupaten/kota yang ada di Kalbar, saat ini hanya kabupaten Sekadau saja yang belum dilakukan pengukuhan DPC PPDI.

“Hampir semua kabupaten/ kota sudah dilakukan pengukuhan DPC PPDI,”katanya.

Dengan terbentuknya kepengurusan DPC PPDI di setiap Kabupaten, Jamhari berharap agar penyandang disabilitas dapat diperhatikan semua pihak, terutama bagi pemangku kebijakan, agar kelaktidak mengambil kebijakan yang bersifat menyengsarakan mereka.

“Kami ini memiliki hak yang sama dengan manusia yang lainnya, jadi kami minta tolong perhatikan kami dalam setiap keputusan yang diambil,”harapnya

Ia juga meminta kedepan Sarana pra sarana umum harus disiapkan untuk penyandang disabilitas seperti jalan dan sebagainya.

“Kalau bisa untuk penyandang disabilitas mendapatkan perlakuan khusus,” pintanya.

Kabid Sosial Disnakertransos Kapuas Hulu Rustini, SH mengatakan, para penyandang disabilitas berharap mereka bisa masuk dalam setiap bidang seperti poltik, ekonomi, kesehatan dan sebagainya.

“Untuk meningkatkan kemampuan mereka setiap tahun dua orang dikirim ke solo untuk mendapatkan rehabilitasi,” ucapnya

Dijelaskannya, dalam upaya memberdayakan para penyandang disabilitas di kecamatan yang ada pihaknya secara rutin mengadakan pelatihan pembuatan batako, kerajinan tangan dan pengembangan dengan pemanfaatan potensi lokal.

“Dari hasil pembinaan kita, sudah ada dari mereka yang membuka usaha sendiri seperti bengkel, menjahit dan macam-macam,” tutupnya.

(yohanes/dd)

 

Related Posts