Pedagang Minta BI sosialisasikan Uang Rupiah Baru

Palu, thetanjungpuratimes.com – Sejumlah pedagang di Kota Palu meminta Bank Indonesiamenyosialisasikan uang rupiah cetakan baru rupiah emisi 2016 yang sudah mulai beredar di maayarakat.

“Informasinya sudah ada uang baru, katanya beda dengan uang lama, tapi sampai saat ini saya belum lihat. Mohon BI menyosialisasikan secara intens uang ruiah cetakan baru ini,” kata Rosdiana, salah seorang pedagang ikan di Pasar Inpres Manonda Palu, Selasa.

Menurut dia, uang yang baru ini perlu disosialisasikan segera sehingga bisa segera dikenal masyarakat mengenai pecahannya, warna dan ukurannya, baik uang rupiah maupun koin/logam.

“Kami sesama pedagang juga bertanya-tanya apakah uang yang lama masih bisa digunakan atau tidak. Jangan sampai ada uang baru, tetapi uang lama sudah tidak dipakai lagi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Mirawati, salah seorang pedagang kain di Pasar Manonda Palu, bahwa dia belum mendapatkan masyarakat yang membelanjakan uang yang baru dikeluarkan oleh pemerintah.

“Belum ada yang belanja pakai uang baru, tapi kalau gambarnya sudah saya lihat,” katanya.

Informasi tentang gambar uang baru itu kata Mirawati, diperlihatkan sesama pedagang kain melalui gambar yang ada ditelepon seluler.

“Kalau tidak salah, hanya uang Rp100 ribu yang sama gambarnya dengan uang lama. Uang Rp50 ribu sampai Rp1000 itu beda,” tuturnya.

Mirawati juga berharap bank-bank di Kota Palu sesegera mungkin menyampaikan kepada masyarakat bahwa sudah ada uang rupiah baru yang dikeluarkan.

“Minimal perlihatkanlah contohnya, jangan sampai ada yang belanja pakai uang itu, pedagang tidak terima, apalagi yang mereka orang tua. Nanti dikira itu uang mainan,” tutup Mirawati.

Sementara itu, salah satu pejabat BI Perwakilan Sulteng Masril mengatakan bahwa mulai Selasa (20/12), uang rupiah cetakan tahun emisi 2016, sudah berlaku di seluruh wilayah Indonesia.

“Hari ini telah sah beredar uang tersebut dimasyarakat,” katanya.

Namun khusus di Sulteng, pihaknya masih mendistribusikan uang tersebut kepada perbankan. Karena jumlahnya sangat terbatas. Menurut Masril dengan dicetaknya uang baru, tidak mempengaruhi jumlah uang yang beredar.

“Yang perlu kita informasikan kepada masarakat, dengan keluarnya pecahan uang rupiah emisi 2016, rupiah yang dikeluarkan tahun 2004 dan 2014 masih tetap berlaku, selama belum ada surat edaran bahwa uang tersebut ditarik,” jelas Masril.

(Antara/Faisal)

Related Posts