Menyulap Sampah Jadi “emas”

Makasar, thetanjungpuratimes.com – Menyulap rongsokan menjadi berlian memang mutahil, namun Bank Sampah Makassar sukses mengelola sampah menjadi barang bernilai ekonomi dan beromzet hampir Rp2 miliar.

“Ini sungguh di luar dugaan karena awalnya itu kita targetkan tidak sampai Rp1 miliar, dan ternyata animo masyarakat besar dan omzetnya sekarang sudah hampir Rp2 miliar,” ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.

Bank sampah Makassar mendapat penghargaan pengelolaan bank sampah, serta lingkungan dan pengelolaan kompos pada ajang Awarding Bank Sampah yang diikuti oleh 351 Bank sampah dengan jumlah nasabah 12.000 orang.

Ramdhan mengatakan, program bank sampah yang awalnya disebut dengan program menuju hijau (go green) atau berpihak ke pembangunan berbasis lingkungan hidup tersebut sangat mendorong kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat kecil.

Direktur Yayasan Peduli Negeri (YPN) yang juga direktur Bank Sampah Indornesia Timur, Syaharuddin Ridwan, mengemukakan bahwa pengelolah bank sampah berprestasi itu akan mendapat “kado” tahun baru 2017 dengan tujuan untuk memberikan motivasi kepada pengelaolah bank bank sampah untuk pengelolaan dan pengembangan bank sampah dua kali tambah baik ke masa depan.

Sahar, sapaan akrab Syaharuddin, menjelaskan bahwa penilaian prestasi pengelolaan bank sampah tersebut terbagi menjadi kategori tertinggi, yakni predikat tertinggi atau platinum dan white atau terendah.

“Kita punya dua kategori, yakni platinum dan white,” ujarnya.

Kegiatan anugerah penghargaan bank sampah yang diikuti bank sampah perkantoran, bank sampah pasar, bank sampah sekolah, bank sampah sektoral (BSS) dan bank sampah unit (BSU) itu juga akan memperlombakan lomba yel-yel, fashion show, pameran inovasi dan sejumlah aksi lainnya.

Dia mengemukakan, saat ini jumlah pendapatan seluruh nasabah bank sampah sudah mencapai sekira Rp1,6 miliar dari target kurang lebih Rp600 juta hingga Rp700 juta.

Pendapatan itu, menurut dia, berdasarkan dari jumlah nasabah yang sudah mencapai angka 12.000 orang, padahal pihaknya hanya menargetkan nasabah bank sampah hanya sebanyak 7.000 orang.

“Sebenarnya ada beberapa hal yang memang harus diperhatikan dalam mengelola bank sampah, yakni jumlah pendapatan, nasabah, unit bank sampah dan reduksi sampah,” ujarnya menambahkan.

(Rimanews/Faisal)

Related Posts