Gerindra Nilai Pemerintah Cari Pembenaran Soal TKA Cina

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyouno menganggap masuknya pekerja illegal Cina ke Indonesia jangan dianggap sekedar isu apalagi disebut bermuatan politis.

“Pemerintah hanya ingin mencari pembenaran saja, dari data keimigrasian yang masuk legal sudah jelas kok 2 tahun terakhir warga negara asing dari RRC itu menduduki urutan dengan jumlah terbanyak yang masuk ke Indonesia,” kata Arief kepada wartawan.

Menurutnya, tahun 2015 warga negara China yang masuk ke Indonesia mengunakan fasilitas bebas visa mencapai 1.401.443  orang dan yang keluar 1.452.249 orang.

“Selisih 50 ribuan WNA asal Cina, nah yang 50 ribuan ini kegiatannya ngapain kalau engggak jadi TKA illegal,”ucapnya.

Ditegaskannya, jutaan warga Cina yang masuk ke Indonesia selama kurun dua tahun terakhir itu bagian dari kebijakan kerja sama investasi yang dibuat Presiden Joko Widodo dengan pemerintah Cina.

“Mungkin diakhir jabatan Joko Widodo bisa jadi puluhan juta jumlahnya. Nanti kalau tidak diambil tindakan oleh Joko Widodo dan malas blusukan ke tempat-tempat dimana ada investasi Cina di Indonesia,” katanya.

Arief mengingatkan presiden tidak membuat pembenaran setiap masalah sosial selalu dikaitkan dengan alasan isu dan muatan politis.

“Harusnya check kebenarannya  langsung blusukan ke ketempat sektor sektor investasi Cina di Indonesia dan lihat sendiri benar enggak ada TKA illegal Cina yang kerja disana, dan coba check apa benar tenaga kerja di perusahaan Cina itu pada bisa berbicara bahasa Indonesia,” katanya.

Arief juga berharap Presiden tidak mudah percaya dengan laporan jajaran di bawahnya, dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) tentang jumlah TKA China ilegal yang ada di Indonesia.

“Jadi tolong jangan penyakit Ekonomi dan sosial yang terjadi akibat kebijakan Joko Widodo yang mengundang investasi Cina plus plus yang berdampak negatif jangan Presiden buang badan dan bilang politis dan Isu, masyarakat tidak sebodoh pemerintah,” tandasnya.

(Rimanews/Faisal)

Related Posts