Kasus Pencabulan di Sambas Menurun Sepanjang Tahun 2016

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Kapolres Sambas AKBP Cahyo Hadiprabowo mengungkapkan, sepanjang tahun 2016 terjadi kenaikan jumlah kejahatan diwilayah kabupaten Sambas jika dibandingkan tahun 2015.

Dikemukakan oleh Kapolres pada tahun 2015 terjadi 305 kasus dengan penyelesaian kasus sebanyak 331 kasus. Sedangkan pada tahun 2016 disebutkan oleh Kapolres, terjadi 380 gangguan kamtibmas dengan penyelesaian kasus menjadi 387.

Untuk kasus yang menonjol menurut Cahyo, terdiri atas judi, aniaya ringan, pencurian biasa, penggelapan, penipuan, KDRT, curanmor, minuman keras, pengeroyokan, cabul, dan narkotika.

“Dari kasus yang dominan tersebut, laporan terkait minuman keras yang mengalami peningkatan dari tahunn 2015. Yang mana pada tahun 2015, ditangani laporan 5 kasus. Untuk tahun 2016 terdapat 52 kasus,” terang Cahyo, Minggu (1/1).

Sementara kasus cabul yang untuk tahun 2015 merupakan laporan terbanyak dengan jumlah 48 kasus, untuk tahun 2016 turun menjadi 29 kasus.

Sedangkan untuk kasus curanmor, ungkap Kapolres terjadi kenaikan kasus yang tahun 2015 terdapat 15 kasus menjadi 24 kasus sepanjang 2016.

Kenaikan kasus curanmor jelas Cahyo terjadi kenaikan lantaran adanya pengungkapan kasus curanmor pada saat akhir bulan November.

“Kasus curanmor terjadi peningkatan, namun pengungkapan kasus curanmor juga mengalami peningkatan,” katanya.

Sementara dengan peningkatan kasus miras yang ditangani oleh Polres Sambas terang Kapolres, menunjukan keseriusan Polres Sambas untuk menindak terhadap minuman keras.

Kapolres mengatakan untuk kasus narkotika, pada tahun 2016 Polres Sambas berhasil mengungkap penyelundupan narkotika yang kan dimasukan ke wilayah NKRI melalui pintu perbatasan.

“Sebanyak 17 kg sabu yang akan dimasukan ke kabupaten Sambas dari perbatasan berhasil digagalkan. Serta 6 kg sabu dan 30 ribu pil H5, yang dibawa masuk dari perbatasan Aruk juga digagalkan oleh Polres Sambas,” pungkasnya.

(Gindra/Faisal)

Related Posts