Jumlah Pengusaha Perempuan IMK di Jakarta Terendah

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Jumlah pengusaha perempuan yang mengelola industri mikro dan kecil (IMK) di Provinsi DKI Jakarta tercatat sebesar 22,04 persen atau paling rendah dibandingkan provinsi lain di seluruh Indonesia.

“Jumlah pengusaha perempuan yang mengelola IMK di DKI Jakarta tercatat paling rendah secara nasional,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, saat dihubungi di Jakarta, Senin (2/1).

Ia mengatakan, IMK mempunyai peran yang sangat vital dalam pembangunan ekonomi, mengingat intensitas tenaga kerja yang relatif lebih tinggi dan jumlah investasi yang relatif kecil dibanding industri besar.

Selain itu, lanjut dia, usaha IMK juga lebih fleksibel dan mudah beradaptasi terhadap perubahan pasar, serta tidak terlalu terpengaruh oleh tekanan eksternal, karena dapat tanggap menangkap peluang untuk substitusi impor dan meningkatkan persediaan atau pasokan domestik.

“IMK memiliki daya tahan cukup tinggi terhadap gejolak perekonomian dibandingkan industri lainnya,” kata Suhariyanto pula.

Menurut dia, pengembangan IMK dapat memberikan kontribusi pada diversifikasi industri dan percepatan perubahan struktur sebagai prakondisi pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang stabil dan berkesinambungan.

Peran perempuan sebagai pelaku usaha IMK dalam perekonomian Indonesia cukup signifikan, yaitu mencapai angka 42 persen, dan sisanya sebesar 58 persen dikelola oleh laki-laki.

“Jika dilihat berdasarkan provinsi, maka persentase usaha IMK yang dikelola oleh pengusaha perempuan pada 14 provinsi, lebih tinggi daripada yang dikelola pengusaha laki-laki, seperti di Provinsi Kepulauan Riau sebesar 80,12 persen IMK dikelola oleh pengusaha perempuan. Lalu, di Maluku Utara sebesar 74,57 persen, dan Aceh 65,54 persen,” katanya lagi.

Ia menambahkan, selain di DKI Jakarta persentase IMK yang dikelola perempuan terendah lainnya di Provinsi Jawa Barat sebesar 24,19 persen, dan Lampung 24,81 persen.

“Secara nasional, ternyata IMK yang dikelola perempuan di seluruh provinsi di Pulau Jawa persentasenya lebih rendah dari pengusaha laki-laki,” katanya.

(Antara/Faisal)

Related Posts