Regulasi Transportasi Laut tak Seimbang Dengan Kualitas SDM

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Pengamat transportasi Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengatakan regulasi transportasi laut dan udara yang dimiliki negara sudah menggunakan standard Internasional, seperti Permenhub No. 25 Tahun 2015 tentang Standar Keselamatan, dan Permenhub No. 37 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Angkutan Laut. Akan tetapi, kendala ada pada kualitas sumber daya manusia di lapangan.

“Hampir semua turan sudah dibuat Kemenhub, bahkan SPM pelayanan angkutan penumpang kapal laut pun sudah ada. Sekarang tinggal pengawasan regulasi dan penguatan SDM-nya bagaimana,” ujar Djoko, Senin (2/1).

Hingga kini berbagai badan penyelamatan belum mengetahui pasti jumlah korban dari terbakarnya Kapal Zahro Ekspres saat beranjak dari pelabuhan di Muara Angke, Jakarta Utara menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, kemarin. Penumpang kapal tersebut merupakan wisatawan yang hendak menghabiskan masa liburan awal tahun 2017.

“Awalnya bilang 100 penumpang, lalu berubah jadi 240 dan 16 hilang, tapi ternyata yang dikeluarkan barusan 20 kantong jenazah. Jadi manifesnya masih belum diketahui,” ujar Plt Kepala Kantor SAR Jakarta, Hendra Sudirman.

Oleh karena itu, Djoko mendesak Kementerian Perhubungan supaya memperkuat regulasi dan kerja SDM bila pada nyatanya ditemukan kelalaian pada penyebab kebakaran kapal naas tersebut.

“Yang masih sering lalai selalu soal manifest dan ketersediaan instrumen keselamatan,” ungkapnya.

(Rimanews/Faisal)

Related Posts