Tenaga Kerja Asing Ilegal Rugikan Negara

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Masuknya tenaga kerja asing di Indonesia menjadi sorotan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyono. Bahkan banyak tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia tanpa skil dan kemampuan yang mumpuni.

“Tentu saja aktivitas TKA ilegal dan WNA ilegal di Indonesia yang jumlahnya sangat banyak dan tidak dapat terdeteksi oleh negara telah menyebabkan kerugian secara ekonomi triliunan rupiah bagi negara dan masyarakat Indonesia,” ujar Arief.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hanif Dhakiri, mengatakan, di tahun 2016 tenaga kerja asing di Indonesia tercatat 74 ribu lebih. Bahkan Hanif tidak memungkiri bila ada tenaga kerja asing secara ilegal di Indonesia jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu.

Arief menjelaskan, kerugian bagi masyarakat Indonesia adalah hilangnya kesempatan dalam memasuki lapangan kerja di berbagai sektor, baik informal maupun formal, serta menurunnya pendapatan para pemilik usaha di sektor niaga seperti di pertokoan-pertokoan. Sebab banyak WNA secara ilegal melakukan aktivitas perniagaan di pasar-pasar dan juga pertokoan.

“Sementara kerugian yang dialami oleh negara dari sisi ekonomi adalah tidak adanya penerimaan negara berupa pajak, sebab mereka saja masuk secara ilegal, dan mana mungkin akan bayar pajak sebagai TKA dan WNA yang melakukan aktivitas niaga secara ilegal,” kata dia.

Kerugian lain, kata Arief, adalah ancaman terhadap epidemik bibit penyakit akibat tidak terkontrolnya WNA dan TKA yang masuk ke Indonesia, jika ternyata membawa bibit penyakit yang epidemik, karena mereka masuk ke Indonesia tanpa melalui kontrol karantina.

“Sangat bohong sekali kalau masuknya TKA ilegal dan WNA ilegal asal China jika tidak melibatkan petinggi-petinggi di keimigrasian dan departemen tenaga kerja, pasti ada pratek mafia besar yang bekerja memasukan TKA dan WNA ilegal di kedua jajaran pemerintahan tersebut,” ucapnya.

Arief melihat hal ini sebuah pembiaran, dan tak dipungkiri adanya suap dan pungutan liar dengan jumlah ratusan miliar kepada para petinggi di keimigrasian dan Departemen Tenaga Kerja.

“Pasti ada mafia besar yang  diuntungkan dengan memasukan TKA dan WNA ilegal ke Indonesia secara sengaja,” kata dia.

(rimanews.com/Muhammad)

Related Posts