Haryadi Siap Jalankan Perintah Sutarmidji

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kota Pontianak, Haryadi Tri Wibowo menyanggupi rentang waktu satu bulan yang diberikan Wali Kota Sutarmidji terkait penertiban pedagang yang menambah lapak di pasar tradisional.

Diakuinya pedagang cendurung ingin menambah meja lapak, dengan menambah meja yang sudah ditetapkan pemerintah dengan material kayu, karena pedagang merasa tidak puas dengan yang dimiliki.

Haryadi mengatakan tak lama lagi para pedagang lama akan dimasukkan ke pasar tengah yang telah dibangun. Jangan sampai pedagang yang sudah memiliki meja menambah meja atau tempat. Karena kalau para pedagang seperti di pasar tengah ini, mereka sudah dapat kios dengan ukuran 2×2,5 meter. Kalau mereka menambah meja, lorong itu akan tersumbat dan ini memang tidak boleh.

“Kalau mereka masih ada yang bandel kita naikkan ke pengadilan untuk di tipiring, dan yang paling penting izinnya kita cabut dan tidak perpanjang lagi izinnya. Termasuk di pasar-pasar tradisional, teratai, belimbing dan lain-lain itu juga kita akan tertibkan. Jangan sampai pedagang itu berdagang seenaknya, itu yang jadi perhatian kita,” ungkapnya, Selasa (3/1).

Perihal Pasar Tengah, dikatakannya pembangunannya sudah selesai. Proses validasi dan verifikasi pedagang pun sudah dilakukan dalam waktu dekat di bulan ini, para pedagang sudah bisa dipindahkan ke pasar yang dibangun seluas 7 blok itu. Pedagang lama yang memiliki Surat Penunjukan Tempat Usaha (SPTU) akan didahulukan.

“Yang sudah memiliki SPTU bisa masuk ke Pasar Tengah, kemudian jalan Asahan itu harus kosong, semua pedagang PKL masuk semua ke bangunan baru, selanjutnya mereka ditempatkan di bangunan baru, tidak ada lagi penambahan meja maupun penambahan tempat,” pungkasnya.

(Agustiandi/Faisal)

Related Posts