2016, Kasus Rabies di Kalbar Tewaskan 12 Orang

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Bidang Bina Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Yulius Jualang mengatakan kasus gigitan hewan menular atau yang lebih dikenal rabies sepanjang tahun 2016 mencapai 1556 kasus gigitan.

“Sedangkan untuk kasus yang meninggal dunia akibat gigitan sebanyak 12 orang yang terdiri dari daerah Sintang 4 kasus, Kapuas Hulu 1 kasus, Sanggau 6 kasus dan Sekadau ada 1 kasus,” aku Jualang, Kamis (5/1).

Dikatakannya bahwa kasus paling terbanyak terdapat di Kabupaten Sanggau sebanyak 400 kasus.

Ia juga mengatakan, langkah-langkah yang dilakukan adalah untuk selalu mengingatkan kota/Kabupaten untuk selalu waspada serta meningkatkan penyuluhan yang berkaitan dengan penata pelaksanaan gigitan.

“Yang paling penting itu kepedulian masyarakat terhadap hewan peliharaannya, terutama memberi vaksin kepada anjing dan apabila ada korban yang di gigit oleh anjing diharapkan untuk segera melakukan pertolongan pertama,” tegasnya.

Adapun pertolongan pertama tersebut ialah seperti mencuci luka, sebab gigitan dengan menggunakan sabun dan disiram dengan air yang mengalir selama 10-15 menit.

“Setelah itu baru di bawa ke pelayanan kesehatan terdekat untuk dilakukan tindak lanjut, dan dinilai apakah layak untuk diberikan vaksinasi terhadap korban gigitan,” lanjutnya.

Diakuinya, stock vaksinasi terhadap korban gigitan hewan penular rabies untuk Kalimantan Barat saat ini sudah aman dan sudah tersedia di setiap kot dan kabupaten yang ada di Kalbar.

“Vaksin untuk manusia ada di Dinkes Provinsi cukup aman, sedangkan vaksin untuk hewan ada di Dinas pertenakan,” jelasnya.

Dijelaskannya, untuk daerah yang endemis telah ditetapkan sebagai kejadian Luar Biasa (KLB), telah di siapkan logistik vaksin, bahkan ada beberapa kabupaten yang sudah memiliki “Rabies Center”.

“Ada beberapa kabupaten yang ada “Rabies Center”, di antaranya Kapuas Hulu, Melawi dan Ketapang,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar selalu merawat anjing dengan benar dan diberikan vaksinasi, dan kepada korban yang terkena gigitan anjing yang menyebabkan virus rabies agar jangan lupa untuk melakukan pertolongan pertama, dan segera dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat.

(Maulidi/Faisal)

Related Posts