Beberapa Daerah di Kalbar Masih Endemik Rabies, Legislator Konsen Mengawasi

Pontianak, thetanjungpuratimes.comAnggota DPRD Provinsi Kalbar, Mad Nawir, mengaku sampai saat ini pihaknya tetap konsen terhadap kasus rabies di Provinsi ini. Beberapa daerah di Kalbar sampai saat ini masih ada yang endemik rabies.

DPRD Provinsi Kalbar Komisi V tersebut mengatakan sebelumnya Kalbar merupakan daerah yang bebas rabies, namun selang beberapa waktu, status itu malah berbanding terbalik dengan banyaknya masyarakat yang tergigit anjing gila yang menyebabkan rabies.

“Kita yang awalnya mendapat predikat daerah bebas rabies selang beberapa bulan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies, ini menjadi perhatian kami DPRD Provinsi Kalbar,” katanya kepada thetanjungpuratimes.com, Kamis (5/12).

Dirinya menyatakan, untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Provinsi tentu tak bisa mengatasinya sendiri, perlu ada campur tangan pemerintah pusat, terutama terkait penyebaran.

Lebih jauh ia mengatakan, terkait langkah yang dilakukan pemerintah dalam menangani kasus tersebut, menurutnya, sudah cukup baik dengan melatih petugas khusus untuk menangani rabies. Langkah vaksinasi juga sudah dilakukan

“Koordinasi dengan pemerintah sering kami lakukan, baik dalam bentuk rapat kerja atau kunjungan ke lokasi-lokasi yang menjadi pusat penyebaran penyakit rabies,” ucap politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Sebelumnya, seperti diketahui, sejak Januari hingga Agustus 2016, jumlah warga Kalimantan Barat yang digigt anjing mencapai 877 orang, sembilan orang di antaranya meningal dunia, karena menderita penyakit rabies akibat gigitan anjing.

(Agustiandi/Muh)

Related Posts