Ratusan Jamaah Umroh Terlantar, Jawani: Masyarakat jangan Mudah Terpancing dengan Janji Manis Travel

Pontianak, thetanjungpuratimes.com -Travel Umroh Aulia yang berkantor di jalan Alianyang Pontianak diduga telah menelantarkan 143 jamaah umroh di Madinah dan Jeddah, ratusan jamaah umroh tersebut kebingungan kapan kembali pulang ke Kalbar.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, H. Jawani mengharapkan agar calon jamaah umroh yang ada di Pontianak tidak terpancing dengan travel umroh yang menjanjikan akan memberikan kemudahan untuk berangkat umroh, apalagi dengan iming-iming biaya yang murah.

“Calon jamaah umroh harus dapat merasiokan biaya pesawat, biaya menginap, karena kita ibadah ini harus sesuai dengan ketentuan, dan jika mau mendapatkan penjelasan yang lebih kongkrit lagi maka saya sarankan untuk bertanya langsung ke kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, atau langsung ke Kanwil Kementerian Kalimantan Barat,” jelasnya, Kamis (5/1).

Cara itu juga, kata Jawani untuk mengetahui sejauh mana bonafitnya travel umroh tersebut, dan apakah legalitasnya sudah diakui dan terdaftar, sehingga calon jamaah umroh tidak akan dirugikan oleh pihak travel menyelenggara umroh tersebut.

“Kita di Kementerian Agama mencatat travel-travel yang mana saja yang legal dan mendapatkan pengakuan dari pemerintah,” ungkapnya.

Dikatakannya, untuk pembinaan travel-travel penyelenggara haji dan umroh memang tidak ada dilakukan oleh pihaknya, karena travel itu berjalan sendiri-sendiri. Apalagi pihak travel juga tidak pernah memberikan laporan terkait berapa jumlah jamaah yang akan diberangkatkannya untuk menunaikan ibadah umroh.

Menurutnya, jika ada travel penyelenggara umroh yang merugikan warga, maka yang berhak memberikan sangsi adalah pihak Kanwil Kemenag provinsi, karena izin usaha travel itu dikeluarkan oleh provinsi, sehingga Kemenang kota/kabupaten tidak memiliki wewenang untuk mengeksekusi travel yang bermasalah itu.

“Kami juga berencana untuk memnghimpun berapa sih jumlah travel penyelenggara umroh yang ada di Pontianak, termasuk mengecek perizinannya dari tahun berapa, sampai tahun berapa, dan siapa yang mengelolanya.” terangnya.

Bahkan, kata Jawani pihaknya akan bekerjasama dengan Ombudsman terkait dengan pelayanan, apalagi kebanyakan yang terjadi selama ini pengelola travel melarikan diri usai menipu jamaah umroh.

(Maulidi/Faisal)

Related Posts