Bupati Sambas Harus Berani Mutasi Pejabat Tidak Punya Etos Kerja

Sambas, thetanjungpuratimes.com-Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Sambas, Lery Kurniawan Figo, mengatakan, Bupati Sambas diminta untuk selektif dan seksama dalam memutasi pegawai yang ada.

Seperti mutasi lanjutan setelah pengukuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon II,III, dan IV dijajaran Pemkab Sambas dalam mengisi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru.

“Bupati dalam hal ini jangan segan dan harus berani dalam menggantikan pegawai yang tidak mempunyai etos kerja. Jangan sampai orang yang tidak punya integritas dan kemampuan ditempatkan pada jabatan strategis. Nantinya bukannya membangun, melainkan merusak tatanan yang sudah ditetapkan,” ujar Figo sapaan akrab Lery Kurniawan Figo, Jumat (6/1).

Namun katanya, bagi yang sudah bekerja dengan baik harus tetap dipertahankan.

“Saya kira setelah menjabat selama enam bulan sebagai Bupati Sambas, sudah cukup bagi Bupati untuk mengevaluasi dan mengenal karakter dari bawahannya. Kita akui masih banyak ASN di Sambas yang tidak serius dalam bekerja, tidak ada jiwa pengabdian untuk melayani masyarakat. ASN yang seperti ini sebaiknya dipindahkan, bahkan bila perlu di nonjobkan,” tegas Figo.

Dalam menetapkan pejabat yang akan dimutasi, Figo berharap agar Bupati jangan mudah diintervensi oleh pihak tertentu, seperti pengurus partai pengusung atau tim sukses.

“Jangan ada istilah balas budi. Karena setelah menjadi kepala daerah, bupati adalah milik masyarakat Sambas bukan milik partai tertentu,” ucapnya.

Sampai sekarang, sebut Figo, pihaknya masih menunggu pernyataan dari bupati mengenai penempatan kepala dinas (eselon II ) dan promosi eselon III menjadi eselon II yang akan dilakukan dengan lelang jabatan.

“Seperti yang pernah disampaikan oleh Bupati beberapa bulan lalu di media massa. Kita berharap untuk jabatan kepala dinas, yang selama ini kinerjanya buruk dan hanya ingin menjadi pejabat tanpa mempunyai semangat pengabdian khususnya eselon II. Untuk tetap melakukan mekanisme sistem lelang terbuka, walaupun agak memakan waktu yang cukup lama. Akan tetapi sistem ini lebih efektif, dan memberikan kesempatan kepada eselon III untuk berkompetisi dan promosi lelang terbuka lebih aman dan dapat pertanggungjawabkan sesuai dengan amanat undang-undang ASN nomor 5 tahun 2014, kita juga berharap semoga hasil dari pengisian jabatan nanti bisa membawa kabupaten Sambas menjadi lebih baik,” papar Figo.

(Gindra/Muh)

Related Posts