Plafon SMP Negeri 12 Pontianak Ambruk, Bukti Lemahnya Pengawasan

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Anggota DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar, mengatakan, robohnya plafon SMPN 12 Pontianak pada Kamis (12/1) pagi merupakan bukti dari lemahnya pengawasan dan pengontrolan pemerintah terutama  dinas pendidikan.

“Ini merupakan pelajaran bagi Diknas untuk melakukan pengontrolan secara continue  (terus-menerus) untuk fasilitas yang lainnya, jangan sampai ini terjadi di sekolah-sekolah lainnya. ” kata dia.

Namun demikian, ia bersyukur tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut. Diknas, sambung dia,  harus melakukan pengontrolan pada semua sekolah yang ada di Kota Pontianak untuk memastikan kejadian serupa tak terulang.

Tak hanya sekolah negeri, yang berstatus sekolah swasta juga harus diperhatian dan dilakukan pengontrolan.

“Jika sekolah swasta tidak melakukan pengontrolan maka dinas harus melakukannya, jika dilakukan secara continue maka kejadian itu tidak akan terjadi, ini sepenunhya kewenangan Dinas Pendidikan Kota Pontianak,” jelasnya.

Sebelumnya, plafon SMPN 12  Pontianak yang berlokasi Jalan Haji Rais A Rahman, Kecamatan Pontianak Barat, ambruk pada Kamis (12/1) pagi, atas kejadian tersebut diketahui dua orang siswa tertimpa reruntuhan itu ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung. Kedua siswa tersebut mengalami luka ringan di bagian bahu.

(Agustiandi/Muh)

Related Posts