Masyarakat Kalbar Harus Kedepankan Kesantunan Sosial

Pontianak, thetanjungpuratimes.com  – Masyarakat Kalbar perlu membangun karakter sebagai masyarakat yang ramah dan memiliki kesantunan sosial. Masyarakat yang ramah dan santun akan menjadikan Kalbar sebagai tempat tinggal yang nyaman bagi seluruh manusia. Kasus penghadangan dan pengusiran yang dilakukan oknum kelompok sosial di Kalbar terhadap Tengku Zulkarnain dapat membentuk citra buruk, bahwa masyarakat Kalbar adalah masyarakat yang tak memahami etika, kesantunan dan adab sosial.

Demikian salah satu dari empat point rumusan diskusi sekitar 20an tokoh pemuda Kalbar yang diselenggarakan secara spontan di Warkop Waksomet, Pontianak.

Diskusi yang diikuti oleh belasan tokoh muda Kalbar ini juga juga menyayangkan aksi penghadangan  dengan membawa-bawa identitas etnis. Sikap tersebut pastilah akan memancing reaksi dari kelompok sosial lainnya sehingga akan membuat suasana sosial menjadi tidak kondusif.

Selain itu peserta diskusi yang dimoderatori oleh Beni Sulastiyo ini juga menyayangkan abainya otoritas pengelola bandara yang membiarkan sekelompok orang membawa senjata tajam di kawasan yang semestinya harus steril dari peralatan yang membahayakan.  Iwan Eka salah seorang peserta diskusi memaparkan bahwa berdasarkan UU No.9 tahun 1998 Bab 4 Pasal 9, kawasan Bandara adalah kawasan yang  harus steril dari aktivitas unjuk rasa dan senjata. Oleh karena itu peserta diskusi mengharapkan agar aparat kepolisian dapat mengusut kasus tersebut sehingga dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat Kalbar.

Seluruh peserta diskusi juga sepakat agar seluruh masyarakat Kalbar dapat menahan diri dan serta turut berkomitment untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai konsensus nasional. Caranya adalah dengan mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan diantara berbagai elemen masyarakat, serta menjadikan lembaga negara sebagai instrumen untuk menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi antar warga negara maupun antar kelompok masyarakat.

Beberapa tokoh pemuda yang tampak hadir dalam diskusi tersebut adalah Beni Sulastiyo, Hermayani Putera, Roffi Faturrahman, R Rido Syahri, Budi Rahman, Ireng Maulana, Budiman Very, Romadi, Iwan Eka, Indra Ae’, Oka Kurniawan, Indra  Hermawan, Andre, dll.

(R/muh)

Related Posts