Bupati Sambas Lantik dan Kukuhkan 155 Pejabat

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili melantik dan mengukuhkan 155 pejabat eselon III dan IV dilingkungan Pemkab Sambas pada Selasa (17/1) siang.

Pelantikan dilakukan di aula utama kantor Bupati Sambas, turut disaksikan oleh Sekda kabupaten Sambas Jamiat Akadol. Pengukuhan dan pelantikan eselon III dan IV tersebut, merotasi dan mempromosikan sejumlah jabatan seperti kepala bagian (Kabag), Camat serta jabatan lainya yang terdiri atas 67 orang eselon III dan 88 orang eselon IV.

Bupati kepada para ASN yang dilantik dan dikukuhkan meminta, agar para pejabat yang dimutasi untu selalu bersyukur terhadap jabatan yang telah dipercayakan, hal ini lantaran masih terdapat ramai orang-orang yang ingin menjadi PNS namun tidak kesampaian.

“Saya minta ASN yang telah di mutasi dan dipromosikan agar senantiasa bersyukur dimanapun posisinya, karena dengan rasa syukur posisi yang diberikan akan terasa nikmat. Kita perlu ingat, jutaan orang diluar sana menginginkan menjadi Aparatur sipil negara (ASN) namun tidak bisa digapai,” ujar Atbah dihadapan ratusan ASN.

Bupati mengemukakan, adalah pekerjaan yang sulit memberikan kenyamanan kepuasan kepada seluruh orang. Hal itu katanya merupakan pekerjaan yang mustahil, ini karena tidak semua orang senang dengan rotasi dan promosi jabatan yang dilakukan.

“Memberikan rasa senang kepada semua orang adal hal yang mustahil, akan tetapi ketika hal itu disyukuri dan menganggap itu karunia dari Allah. Allah akan berikan limpahan kepada kita, karena dalam hati kita dipenuhi rasa syukur,” jelas Atbah.

Mutasi dan promosi lanjut Bupati merupakan kebutuhan organisasi, untuk itu mengatakan jadikan hal ini sebagai momentum untuk lebih baik. Dalam mengembangkan ide-ide yang baik.

“Saya himbau ASN agar senantiasa meningkatkan profesionalisme, dengan menunjukan ketaatan dan loyalitas, kedisiplinan. Tidak membedakan siapa saja yang memerlukan pelayanan, ciptakan harmonisasi suasana tenang. Dalam kedamaian, dengan menciptakan suasana kerja yang kondusif saling menghargai. Bawahan menghormati atasan demikian juga atasan dapat menghargai bawahan. Reformasi birokrasi adalah kepemimpinan yang kuat, pemimpin yang berani tegas dalam nembuat keputusan,” ucapnya.

Selain itu, dirinya juga meminta reformasi birokrasi juga akan berdampak langsug kepada masyarakat.

(Gindra/Faisal)

Related Posts